Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyatakan bahwa Indonesia akan menjadi pusat Islamic Fashion 2020. Hal ini disampaikan pada pada forum internasional pariwisata Islami di Hotel Borobudur hari ini.
"Untuk pengeluaran yang dihabiskan oleh konsumen Muslim ialah 1,6 triliun Dollar di mana 1,1 triliun untuk kuliner halal dan 225 milliar untuk fashion dan aksesoris," ujar Menparekraf, Mari Elka Pangestu dalam konferensi pers International Forum on Islamic Tourism 2014 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (2/6/2014).
Untuk fashion dan aksesoris menjadi penting karena terkait dengan industri kreatif. Maka dari itu, dirinya punya rencana menjadikan Indonesia sebagai pusat Islamic Fashion.
"Kita punya rencana menjadikan Indonesia sebagai Islamic Fashion Capital 2020", lanjut Mari.
Mari menyatakan bahwa wisata berbelanja akan menjadi bagian dari wisata syari'ah yang akan dilakukan oleh Indonesia. Pada kesempatan yang sama Mari Elka juga menegaskan pentingnya daya beli kaum muda yang usianya dibawah 25 tahun terhadap fashion dan aksesoris.
Selain mengembangkan fashion dan aksesoris, oleh-oleh halal akan turut mendukung program wisata syari'ah yang akan dikembangkan oleh industri kreatif. Jadi, nuansa Islamic Capitalnya bisa terasa dari beragam hal.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama