Bandara Binaka di Kota Gunungsitoli, bisa dibilang sebagai pintu masuk turis ke Nias. Sayang, hanya pesawat Wings Air jenis Foker 70 yang terbang 3 kali sehari dari Bandara Kualanamu ke Bandara Binaka. Waktu tempuhnya sekitar 50 menit.
Wamenparekraf Sapta Nirwandar menyinggung soal Bandara Binaka, yang menurutnya harus dibenahi dan diperluas, saat Lokakarya Nasional Pengembangan Kepariwisataan Kepulauan Nias di Kantor Bupati Nias, Jl Pelud Binaka Km 9, Ononamolo 1 Lot, Gunungsitoli Selatan, Nias, Selasa (17/6/2014). Asal tahu saja, pesawat jenis Boeing belum bisa mendarat di bandara tersebut.
"Salah satu cara meningkatkan kunjungan turis ke Nias adalah dari konektivitas seperti membenahi Bandara Binaka," ujar Sapta.
Pernyataan Sapta diperjelas oleh Staf Ahli Kementerian Perhubungan Bidang Ekonomi Kawasan dan Kemitraan Perhubungan, Agus Edy Susilo. Agus menuturkan mengapa Bandara Binaka belum siap didarati pesawat Boeing.
"Standar panjang landasan pacu sekitar 2.500 m, tapi Bandara Binaka sekarang hanya 1.800 meter," ucap Agus.
Agus menambahkan, Kementerian Pariwisata akan mempercepat realisasi pembangunan dan pembenahan Bandara Binaka. Sebab, bandara yang bagus tak hanya untuk pariwisata saja.
"Impact dari pembangunan bandara juga berimbas pada perekonomian masyarakat selain juga tentu untuk sektor pariwisata. Bandara Binaka belum maksimal dengan keterbatasannya landasan pacu pesawat," pungkas Agus.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh