10 Tahun Lagi, Traveler Akan Punya 'Partner' Digital

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

10 Tahun Lagi, Traveler Akan Punya 'Partner' Digital

- detikTravel
Senin, 23 Jun 2014 14:50 WIB
10 Tahun Lagi, Traveler Akan Punya Partner Digital
(Thinkstock)
Jakarta - Berbagai ramalan perihal dunia travel bermunculan. Situs perjalanan Skyscanner misalnya, meramalkan dunia travel di masa depan akan dilengkapi dengan The Digital Travel Buddy.

Skyscanner, situs pencarian perjalanan global terkemuka bekerja sama dengan perusahaan riset The Future Laboratory. Keduanya menerbitkan laporan rinci mengenai Masa Depan Travel 10 tahun mendatang

Laporan ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perjalanan wisatawan di era 2020-an, yang akan membentuk kembali industri perjalanan global selama 10 tahun ke depan. Laporan ini terdiri atas tiga bagian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagian pertama mencakup perencanaan dan reservasi. Bagian kedua berisi tentang perjalanan, sedangkan destinasi wisata dan hotel masuk di bagian ke tiga.

Bagian pertama dari laporan, yang akan diluncurkan, melihat bagaimana perencanaan dan reservasi perjalanan akan berubah dalam waktu 10 tahun mendatang. Di samping itu juga memperkenalkan pembaca kepada The Digital Travel Buddy.

The Digital Travel Buddy adalah partner virtual yang akan menggunakan artificial intelligence. Gunanya untuk memberikan saran dan memesan perjalanan secara akurat yang sesuai dengan kebutuhan sang traveler milenium atau yang disebut TOM. Bagian pertama dari laporan tersebut juga mengikuti perjalanan TOM ketika ia berhubungan dengan realitas virtual.

Laporan Skyscanner memperkirakan bahwa realitas virtual akan mampu menawarkan kesempatan kepada pelaku perjalanan (holidaymakers). Kesempatan ini untuk 'mencoba sebelum mereka membeli' yang memungkinkan mereka untuk melihat pemandangan, mendengar suara, dan bahkan merasakan lanskap dari sebuah tempat tujuan tanpa menggantikan liburan itu sendiri.

"Industri perjalanan telah berkembang pesat dalam 10 tahun terakhir sejak didirikannya Skyscanner. Gareth, CEO kami, mempunyai visi untuk memprediksi permintaan untuk situs metasearch travel dan sebagai sebuah perusahaan, kami terus mengembangkan produk yang kami tawarkan untuk disesuaikan dengan permintaan konsumen dan pertumbuhan teknologi yang sedang berkembang," ujar arketing Manager Skyscanner untuk Indonesia, Tika Larasati.

Laporan tersebut merupakan hasil penelitian mendalam dan serangkaian wawancara dengan para ahli di bidang masing-masing. Beberapa di antaranya termasuk Futurolog Wisata (Travel Futurologist) Dr Ian Yeoman, Chief Envisioning Officer Microsoft Inggris Dave Coplin, Creative Lab Executive Creative Director Google Steve Vranakis dan CEO Skyscanner Gareth Williams, CTO Alistair Hann dan Head of B2B Filip Filipov.

Untuk sementara, prediksi masa depan traveling yang akan diluncurkan baru bagian pertama. Bagian dua dan tiga akan diluncurkan kemudian di tahun 2014 ini.

(ptr/sst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads