PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada Kamis 10 Juli 2014 meresmikan penerbangan langsung Banjarmasin-Yogyakarta PP. Dengan begitu, saat ini Garuda Indonesia melayani penerbangan langsung ke Banjarmasin dari tiga kota dimana dua penerbangan lainnya dilayani melalui Jakarta dan Surabaya.
Dalam rilis Garuda kepada detikTravel, Sabtu (12/7/2014) penerbangan Banjarmasin-Yogyakarta berangkat dari Banjarmasin (GA 545) pukul 12.40 WIB, dan tiba di Yogyakarta pada pukul 13.05 WIB, kemudian kembali terbang dari Yogyakarta (GA 544) pada pukul 13.50 WIB, dan tiba di Banjarmasin pada pukul 16.15 WIB. Penerbangan langsung Banjarmasin-Yogyakarta PP tersebut dilayani dengan menggunakan pesawat jenis Boeing 737-800 NG dengan kapasitas kursi sebanyak 156 penumpang dengan konfigurasi 12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banjarmasin dan Yogyakarta merupakan pasar penting bagi Garuda Indonesia. Banjarmasin dan Yogyakarta menjadi investasi yang semakin menarik bagi para pebisnis. Kami berharap dengan dibukanya penerbangan Banjarmasin-Yogyakarta ini dapat semakin memaksimalkan potensi bisnis dan wisata yang ada di dua kota tersebut," kata Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia, Erik Meijer.
Sebelumnya, pada tanggal 2 Juli lalu Garuda Indonesia juga telah meresmikan tiga rute baru yang dilayani melalui hub Makassar, yaitu penerbangan Makassar-Luwuk PP, Makassar-Bima PP, dan Makassar-Mamuju PP. Rute-rute baru tersebut dilayani Garuda Indonesia satu kali per hari dengan pesawat Garuda Indonesia Explore Turboprop ATR 72-600 dengan kapasitas 70 penumpang.
Pada tahun 2014 ini, Garuda Indonesia rencananya akan mendatangkan sebanyak 27 pesawat baru. Pesawat itu terdiri dari 2 pesawat Boeing 777-300 ER, 4 pesawat Airbus A330, 12 pesawat Boeing 737-800 NG, 3 pesawat Bombardier CRJ-1000 NextGen, dan 6 pesawat turboprop ATR 72-600.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh