"13 Tahun yang lalu, siapa yang mengenal Jember? Tidak ada orang yang tahu, bahkan mungkin banyak yang bilang tidak ada di peta geografi," ujar Kepala Dinas Budpar Kabupaten Jember, Arif Cahyono dalam jumpa pers Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (7/8/2014).
Jember, lanjut Ari, saat itu hanya dikenal dengan tembakau dan kedelai. Soal pariwisata, Jember bukanlah apa-apa saat 13 tahun. Sebab banyak yang menyangsikan, Jember tak punya potensi wisata dan budaya yang menarik untuk disaksikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ari menambahkan, Jember Fashion Carnaval seolah menjadi titik balik pariwisata Jember dan suatu cara mengenalkan Jember kepada wisatawan. Pertama kali diselenggarakan sejak tahun 2008, Jember Fashion Carnaval selalu mengalami peningkatan kunjungan wisatawan tiap tahunnya.
"Tahun 2008, Jember Fashion Carnival dikunjungi 250 ribu wisatawan. Namun tahun 2013 kemarin, tercatat jumlah kunjungannya mencapai 850 ribu wisatawan. Tahun 2008, pendapatan daerah Kabupaten Jember itu baru Rp 2,5 M dan tahun 2013 menembus angka Rp 12 M," papar Ari.
Di Jember Fashion Carnaval, wisatawan disuguhkan dengan berbagai atraksi fashion, tarian dan musik. Jalanan sepanjang 3,6 km jadi catwalk ratusan peserta karnaval untuk berlenggak-lenggok dengan aneka kostum berwarna-warni. Suatu penampilan menghibur dan meriah.
"Jember Fashion Carnaval sudah masuk jadi 4 besar karnaval yang unik di dunia. Kami tunggu tanggal 21-24 Agustus 2014 nanti di Jember Fashion Carnaval, datang dan lihat sendiri," pungkas Ari.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh