Bung Karno diasingkan ke Kabupaten Ende, Flores, NTT, pada 1934-1938. Ada beberapa tempat yang menjadi tempat bersejarah peninggalan Sang Proklamator. Cara terbaik untuk mendalami dan memaknai nasionalisme adalah dengan ikut wisata napak tilas pengasingan Bung Karno.
"Tepat tanggal 31 Mei, mulai tahun lalu, kita ada wisata prosesi kebangsaan. Ini adalah napak tilas pengasingan Bung Karno di Ende," tutur Bupati Ende, Ir Marsel Petu kepada detikTravel, Selasa (12/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mulai dari Pelabuhan Ende, kemudian rumah bekas pendudukan Belanda, baru ke rumah milik Bung Karno. Tak hanya itu, Bung Karno juga aktivitas sehari-harinya sering pentas drama maka kita juga mendatangi Gedung Imakulata," tambah Marsel.
Perjalanan berlanjut ke makam Ibu Amsi, yakni mertua Bung Karno alias ibunda Inggit Garnasih. Sehari kemudian yakni 1 Juni, perjalanan berakhir dengan upacara bendera memeringati Hari Pancasila.
"Upacara dilakukan di Lapangan Pancasila. Tepat tahun lalu, Pelabuhan Ende juga sudah diresmikan dengan nama baru yakni Pelabuhan Bung Karno," papar Marsel.
Dengan adanya wisata ini, Marsel berharap, wisatawan terutama domestik akan bertambah rasa nasionalisme dan cintanya pada bangsa.
"Semoga makin tahun makin banyak wisatawan yang datang. Apalagi domestik," tutupnya.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Bandara Husein Sastranegara Beroperasi Lagi, Kertajati Jadi Bengkel Pesawat
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung