Turis Bercadar Pun Tetap Bisa Liburan Asyik di Bali

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Turis Bercadar Pun Tetap Bisa Liburan Asyik di Bali

- detikTravel
Senin, 18 Agu 2014 13:50 WIB
Turis Bercadar Pun Tetap Bisa Liburan Asyik di Bali
Pantai Kuta, Bali (Fitraya/detikTravel)
Jakarta - Isu jilbab di Bali yang sudah diklarifikasi Kemenag, sempat jadi perbincangan traveler berjilbab yang ingin liburan ke sana. Pihak operator tur menjamin, bahkan mereka yang bercadar pun bisa liburan asyik di Bali.

Hal ini disampaikan oleh Ari dari bagian reservasi Duta Kencana Tour & Travel yang berlamat di Jl Sidakarya No 163, Denpasar dalam perbincangan kepada detikTravel, Senin (18/7/2014). Menurut dia, tamunya sering berasal dari Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

Beberapa dari mereka bahkan memakai cadar. Namun hal itu sama sekali bukan hambatan untuk liburan ke Bali, termasuk untuk berkunjung ke pura.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka bahkan ada yang memakai cadar juga, tapi tidak masalah ketika masuk ke pura. Orang-orang di pura pun tahu dan menghargainya," kata Ari.

Ari menambahkan, turis wanita yang menggenakan jilbab atau cadar tetap bisa mengikuti agenda kegiatan tur ke pantai atau pura dengan nyaman. Hal senada juga diutarakan Saidi dari BJC Tours and Travel yang beralamat di Jl Kerta Petasikan X/10, Denpasar.

Turis yang menggenakan jilbab bukanlah suatu masalah, mereka tetap bisa berwisata layaknya turis-turis lainnya. Yang jadi perhatian Saidi malah bukan jilbab, melainkan menyediakan makanan halal untuk para tamunya.

"Kalau turis Muslim, hanya halal food saja yang menjadi request dari mereka. Selain hal itu, apalagi kalau soal jilbab tidak ada masalah," ucap Saidi.

Sebelumnya, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama, Ida Bagus Yudha Triguna, memberikan penjelasan soal isu jilbab di Bali yang ramai di social media. Isu ini menurutnya berawal dari surat dari perusahaan-perusahaan BUMN pada Ramadan lalu, agar karyawannya memakai pakaian muslim.

Namun terjadi kesalahpahaman dikarenakan di Bali mayoritas bukan muslim. Akhirnya, The Hindu Center Of Indonesia dibawah pimpinan Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna meminta agar surat seperti itu tak berlaku di Bali.

"Secara keseluruhan kawan Hindu di Bali tetap sangat toleran terhadap kawan-kawan lain untuk melaksanakan keyakinan dan agamanya," jelas Yudha.

Isu tersebut pun hangat diperbincangkan oleh traveler. Mengingat Bali adalah destinasi liburan paling tersohor di Indonesia. Turis-turis domestik dan mancanegara datang ke sana. Termasuk, mereka para wanita yang menggunakan jilbab.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads