Ketika Kisah Tragis & Mengerikan Menjadi Objek Wisata

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Wisata Kelam

Ketika Kisah Tragis & Mengerikan Menjadi Objek Wisata

- detikTravel
Kamis, 21 Agu 2014 07:15 WIB
Ketika Kisah Tragis & Mengerikan Menjadi Objek Wisata
Ruang penjara Tuol Sleng di Kamboja (Thinkstock)
Jakarta -

Orang berwisata tak hanya untuk senang-senang. Ada destinasi di dunia, dimana wisatawan datang untuk mengenang tragedi kemanusiaan. Dark tourism atau wisata kelam bukanlah wisata horor, melainkan pembelajaran dan hikmah.

Dark tourism atau wisata kelam adalah istilah yang muncul sejak tahun 1990-an, untuk menyebut bagian yang khusus dari wisata sejarah. Karena ternyata, ada destinasi wisata sejarah yang membawa kenangan duka, kesedihan dan tragedi.

Wisata kelam adalah kegiatan mengunjungi objek wisata perang, bencana alam dan juga konflik antar manusia. Di tempat seperti ini, bukan suasana hura-hura yang muncul. Lantas kenapa wisatawan mau datang ke tempat menyedihkan seperti ini?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawabannya adalah untuk mencari pembelajaran, hikmah, kenangan untuk para korban dan momen untuk berdoa. Objek wisata kelam adalah sekaligus peringatan kepada manusia yang masih hidup, jangan sampai perang, bencana dan konflik sampai terjadi lagi.

Travel Highlight Wisata Kelam akan mengulas berbagai objek wisata sejarah yang membawa kisah tragedi di Indonesia dan luar negeri. Ternyata memang banyak pilihan destinasinya.

Penjajahan Belanda dan Jepang mewariskan banyak objek wisata kelam. Taman Fatahillah di Jakarta, dahulu adalah tempat eksekusi. Lubang Mbah Soero di Sawahlunto juga banyak orang meninggal di sana. Begitu juga dengan berbagai gua Jepang di Indonesia yang dibangun lewat kerja paksa pribumi.

Di luar penjajahan, bencana alam dan teror juga mewariskan wisata kelam. Tragedi tsunami di Aceh, bisa dikenang wisatawan di Museum Tsunami, Masjid Baiturrahman dan Masjid Rahmatullah. Yang disebut terakhir adalah masjid ajaib yang tidak hancur diterjang tsunami.

Erupsi Merapi juga menyisakan bekas kampung dan rumah Mbah Maridjan yang bisa dikunjungi wisatawan. Bali yang penuh hura-hura dan bikini, juga memiliki objek wisata kelam berupa Monumen Bom Bali.

Di negara tetangga juga ada banyak objek wisata kelam. Apalagi, pernah ada rezim otoriter di beberapa negara tetangga yang banyak makan korban jiwa. Kamboja misalnya, punya Tuol Sleng Museum di Phnom Penh yang merupakan bekas penjara sadis.

Di berbagai belahan dunia pun ada banyak objek wisata kelam dan kebanyakan bertema perang. Tapi bisa dibilang, Perang Dunia II paling banyak mewariskan objek wisata kelam.

Yang paling terkenal adalah monumen peringatan bom atom di Hiroshima, Jepang. Bom terbesar dalam sejarah manusia, mewariskan tragedi paling menyedihkan dalam sejarah manusia.

Amerika punya 9/11 Memorial Museum untuk mengenang tragedi WTC. Ada bekas kamp Nazi Jerman di Auschwitz, Polandia yang menyimpan kisah pembantaian etnis Yahudi saat PD II. Di Rwanda malah ada Kigali Genocide Memorial Centre, untuk mengenang pembantaian etnis yang makan korban sampai 1 juta orang.

Berwisata ke objek wisata kelam, tentu berbeda dengan objek wisata sejarah lainnya. Perilaku hura-hura dan tidak peduli, sangat tidak pantas di sini. Kebanyakan wisatawan mengambil sikap simpati dan berdoa untuk para korban.

Wisata kelam, seringkali menyeramkan. Namun wisata kelam bukanlah wisata horor yang identik dengan hantu-hantu. Wisata kelam justru menawarkan pembelajaran yang mendalam dan membuat wisatawan bisa menarik hikmah dan sikap bijak.

Wisatawan datang ke objek wisata kelam bukan hanya untuk mengenang dan mendoakan mereka yang sudah meninggal. Objek wisata kelam itu sendiri menjadi tanda jangan sampai perang, konflik dan bencana itu terulang. Cukuplah mereka menjadi bukti yang terakhir.

Mereka yang masih hidup diminta mengambil pelajaran dan langkah antisipasi yang bijak di dalam hidup mereka. Seperti pernah diucapkan Presiden Soekarno, "Jangan sekali-sekali melupakan sejarah."

(ptr/ptr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads