Jangan berpikiran kalau pramugari di Jepang genit-genit ya. Merayu penumpang ini bukan sembarangan, melainkan seolah-olah sudah menjadi tradisi bagi setiap pramugari yang sudah menyelesaikan 100 kali penerbangannya.
"Jadi jika mereka sudah terbang 100 kali, kalau ada penumpang yang pesan makanan atau minuman, nah mereka akan menyelipkan kartu nama mereka," ujar Yudha salah seorang WNI yang sudah lama bermukim di Jepang menuturkan kebiasaan para pramugari ini kepada detikTravel, Rabu (20/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wah, pastinya hanya mereka yang tahu. Rupanya, para pramugari Jepang ini memang rata-rata masih single karena risiko kerja yang cukup berat.
Apalagi pemerintah Jepang saat ini lebih menyarankan warganya untuk menggunakan transportasi lain seperti kereta karena lebih ramah lingkungan, waktu yang ditempuh pun cukup singkat karena kereta Shinkansen mereka bisa melaju sampai kecepatan 300 km per jam.
Sebagai perbandingan jika menempuh perjalanan dari Tokyo menuju Hiroshima menggunakan pesawat terbang membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam plus waktu tunggu di bandara. Sementara jika menggunakan kereta cukup 4 jam saja. Jadi tidak terlalu lama perbedaannya, meski kalau naik kereta kita harus buru-buru karena semenit pun telat, pintu kereta akan langsung tertutup dan langsung berangkat.
Oh iya, tradisi unik lainnya dari industri maskapai Jepang adalah kebiasaan para ground crew saat pesawat akan lepas landas. Setelah membantu pesawat berada di jalurnya, biasanya para kru ini (biasanya 3 orang) akan membungkuk dan melambaikan tangan mereka ke arah pesawat. Ah menarik sekali...
(ptr/ptr)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru