Memang Ada Kasus Turis Berhubungan Seks di Pantai & Pura

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Larangan Kegiatan Seksual

Memang Ada Kasus Turis Berhubungan Seks di Pantai & Pura

- detikTravel
Selasa, 09 Sep 2014 10:15 WIB
Memang Ada Kasus Turis Berhubungan Seks di Pantai & Pura
Pura Gunung Kawi (Adolfb/d'Traveler)
Badung - Papan peringatan yang berisikan larangan melakukan hubungan seks di Pantai Pandawa, Bali bukan tanpa alasan. Karena ternyata, memang ada beberapa kasus di mana turis melakukan hubungan seksual di pantai. Waduh!

Papan peringatan di Pantai Pandawa menarik perhatian detikTravel saat berkunjung beberapa waktu lalu. Di sana tertulis "Mohon Untuk Tidak Melakukan Kegiatan Seksual di Area Tempat Ini". Di atas tulisannya, masih ada tulisan yang digarisbawahi berbunyi, "Kawasan Suci".

Papan peringatan itu dibuat oleh manajemen Tim Penataan Kawasan Pantai Kutuh atau TP-KPK Kutuh. Namanya ada di bagian bawah papan peringatannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benar saja, karena memang ada beberapa kasus turis berhubungan seks di kawasan suci. Seperti disampaikan oleh Sekertaris Dinas Pariwisata Pemprov Bali, Iga Ambari kepada detikTravel, Senin (8/9/2014).

"Bali itu masih magis, di tempat-tempat tertentu seperti di kawasan suci ada semacam mahluk-mahluk halus. Ada beberapa kejadian, turis melakukan kegiatan seksual di pantai di Bali dan ditemukan meninggal dunia dalam keadaan telanjang," paparnya.

Pantai Pandawa termasuk dalam kawasan suci karena ada pura di sana. Menurut Iga, kawasan suci seperti pura harus steril dari perbuatan semacam itu. Pernah juga menurut dia ada turis berhubungan seksual di kawasan Pura Gunung Kawi.

"Dulu pernah kejadian di Pura Gunung Kawi di Candi Gunung Kawi. Di sana ada air mengalir jernih sekali, tempatnya sepi dan di sana ada pura," ujarnya.

Iga melanjutkan, pada waktu itu ada suami istri bule yang awalnya mandi berdua di sungai. Mungkin terbawa suasana, dan mereka melakukan kegiatan seksual di sana.

"Memang di pura itu, ada tempat menaruh sesaji yang seperti tempat tidur, tapi tempatnya tinggi, tempat yang disucikan," lanjut Iga.

Saat sedang melakukan kegiatan seksual, kebetulan ada pemangku agama yang lewat dan kaget bukan kepalang. Menurut Iga, masyarakat setempat tidak bisa melakukan apa-apa karena kedua turis itu memang tidak tahu apa-apa.

Untuk membersihkan kawasan tersebut, harus melalui upacara. Upacara yang diadakan besar dan dengan biaya yang banyak. Setelah itu, dilakukan peringatan agar kejadian seperti itu tidak kembali terulang.

"Di tempat suci kami jika sedang tidak ada upacara kan kosong, biasanya ada pemangkunya, tapi tidak menjaga dari pagi sampai malam," kata Iga.

Iga menanggapi soal papan peringatan larangan melakukan kegiatan seksual di Pantai Pandawa. Menurutnya, aturan itu pun dibuat untuk melindungi turis. Iga mengingatkan turis untuk berprilaku sopan dan menaati semua peraturan di tempat-tempat wisata di Bali. Baik itu pura, pantai atau tempat-tempat lainnya.

"Segala sesuatu itu ada tempat dan waktunya, melakukan kegiatan seksual di pantai itu tidak cocok," tutupnya.

(sst/sst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads