Hal tersebut diungkapkan Maximus Tipagau, pemilik tur operator Adventure Carstensz dari Yayasan Somatua. Yayasan ini dikelola masyarakat asli Papua dari Desa Ugimba yang bekerjasama dengan pihak Pemkab Intan Jaya.
"Memang belum ada data resmi dari kabupaten-kabupaten soal kunjungan turis asing. Dari data kami sekitar 300 sampai seribu turis mendaki Puncak Carstensz, yang kebanyakan berasal dari AS dan Eropa," katanya dalam dalam acara Penandatanganan Prasasti Peresmian Desa Wisata Ugimba dan Daerah Wisata Carstensz Pyramid di Lantai 16, Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (23/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak dari mereka yang kaget dengan kondisi trek pendakian. Di sana pun treknya alami, tidak diperbagus demi menjaga kelestarian alam," ujar Maximus.
Namun tetap saja, lanjut Maximus, keinginan kuat dari para pendaki mampu membuat mereka bisa sampai ke Puncak Carstensz. Walau, perjalanan pendakian bisa memakan waktu lebih dari 5 hari lamanya.
"Kalau yang dari Eropa, itu kebanyakan dari Rusia, Prancis dan Jerman," ucapnya.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh