Menikmati Hotel Bernuansa Syariah di Solo

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Menikmati Hotel Bernuansa Syariah di Solo

- detikTravel
Senin, 29 Sep 2014 17:24 WIB
Menikmati Hotel Bernuansa Syariah di Solo
Syariah Hotel Solo (Muchus/detikTravel)
Solo -

Bagi traveler muslim di dunia, akomodasi hotel yang nyaman sekaligus juga memiliki standar sesuai syariat Islam, makin menjadi kebutuhan. Di Solo, sudah ada Syariah Hotel Solo yang bisa menjawab kebutuhan itu.

Terletak di pinggiran Kota Solo, hotel ini hanya serkitar 5-10 menit perjalanan dari Bandara Internasional Adi Soemarmo. Syariah Hotel Solo (SHS) layak untuk dijadikan lokasi menginap selama berlibur atau melakukan perjalanan bisnis ke Solo.

Letaknya persis di sebelah barat Lorin Hotel dan Resort Solo, saudara tuanya, tepatnya di Jalan Adi Sucipto No 47, Solo. Lokasinya asri, kanan dan kirinya masih alami dengan hamparan sawah menghijau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hotel ini dibangun dengan konsep syariah, untuk menjawab permintaan pasar bernafas syariah yang semakin tinggi, meskipun bukan berarti menolak tamu non-Muslim. Namun yang pasti, SHS dibangun untuk memfasilitasi pengunjung yang ingin mendapatkan akomodasi yang bersih sesuai syariah.

Dibangun 12 lantai di areal tanah seluas 3 hektar, hotel bintang 3+ ini memiliki 387 kamar yang terbagi dalam 4 kelas yakni standard, superior, deluxe, dan family suite. Karena itulah hotel ini disebut sebagai hotel syariah terbesar di Indonesia saat ini.

Sedangkan jika diintegrasikan dengan Hotel Lor-In, seluruhnya akan terdapat β€Ž746 kamar. Dengan angka penggabungan ini, hotel tersebut menjadi hotel dengan jumlah kamar terbanyak di Jawa Tengah.

Kesan Islami langsung terasa semenjak detikTravel masuk bagian penerimaan hotel, Minggu (28/9/2014). Seluruh karyawan perempuan mengenakan jilbab, sedangkan karyawan laki-laki memakai peci. Senyum dan tebar salam selalu diberikan para karyawan.

Di hotel ini juga tidak menjual minuman beralkohol. Tentu saja penanda kiblat ada di setiap kamar. Ada musala yang memadai dan bersih di setiap lantainya. Kumandang adzan juga bisa di dengar jelas para tamu hotel di koridor.

"Memang di dalam kamar tidak ada fasilitas untuk mendengarkan panggilan adzan. Kami berusaha menghargai privasi tamu agar tidak merasa terganggu oleh apapun dari luar ketika sedang berada dalam kamar yang sangat privat," ujar Humas SHS, Wisti Valerina.

Sedangkan fasilitas fitness dan kolam renang, SHS masih bergabung ke Lor-In. Artinya semua tamu SHS boleh menggunakan kolam renang dan fitness milik Lor-in. Fasilitas renang dilengkapi dengan sauna dan air hangat yang terpisah laki-laki dan perempuan. Ruang fitness juga dipisah antara laki-laki dan perempuan.

Hotel ini dibuka secara resmi pada 11 Maret 2014 lalu oleh Komisaris Utama Grup Lor Internasional (Lor-in), Hutomo Mandala Putra. General Manager SHS, Purwanto Yudhonagoro, mengatakan sejak dibuka tingkat hunian menunjukkan tren dan respon yang positif. Dari pemesanan bukan Oktober hingga Desember, diketahui tingkat pemesanan kamar mengalami kenaikan.

β€Ž"Tingkat okupansinya, sejak Maret hingga sekarang untuk ukuran hotel baru lumayan tinggi, yaitu 65 persen. Itu cukup bagus. Akhir tahun ini diharapkan mencapai 70 persen," kata Purwanto.

"Saat ini sedang kita didaftarkan untuk masuk kategori bintang 4. Jika sudah demikian maka nanti promo kita semakin mudah. Pasar bintang 5 di Lor-In, bintang 4 di SHS, sedangkan yang bintang 3 diarahkan ke kelas moderat Lor-In yang juga sudah operasional." lanjutnya.

Untuk upaya peningkatan status tersebut, lanjutnya, saat ini sedang diupayakan berbagai peningkatan. Selain melengkapi fasilitas yang saat ini, SHS juga akan segera dilengkapi dengan fasilitas spa Islami untuk perempuan, kolam renang khusus di tempat khusus yang bukan area terbuka, hingga penyediakan masakan-masakan khas Timur Tengah.

"Untuk rencana itu semua, kami masih punya lahan luas di bagian belakang," tegasnya.

Sisi lain yang menjadi perhatian khusus dari manajemen, kata Purwanto, adalah SDM sebagai kapital yang utama. Rekruting karyawan dilakukan dengan seleksi yang cukup ketat meliputi persyaratan: unggul, berbudaya, religius. Syarat ketiga tentunya adalah syarat karyawan yang muslim/muslimah, mengingat hotelnya merupakan hotel bernuansa syariah.

"Saat ini tidak mengesampingkan mutu SDM seperti dulu. 20 persen investasi adalah untuk SDM. SDM harus selalu ditingkatkan kompetensinya dikirim ke training-training. Kita juga melakukan sertifikasi agar standarisasinya jelas. Menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean-red) 2015 β€Žkita harus terus menggembleng SDM kita," ujarnya.

Sebagai hotel berbasis Islami, pada 10 Dzulhijjah mendatang, pihak hotel juga merencanakan salat ied di halaman hotel. Sedangkan pada 1 Muharam mendatang, akan diadakan istighotsah akbar mendatangkan sejumlah ulama dan ribuan umat muslim.

(fay/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads