Turis Pria Diperkosa Ketika Ikut Oktoberfest di Munich

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Turis Pria Diperkosa Ketika Ikut Oktoberfest di Munich

- detikTravel
Rabu, 01 Okt 2014 15:45 WIB
Turis Pria Diperkosa Ketika Ikut Oktoberfest di Munich
Pagelaran Oktoberfest (Reuters)
Munich - Kota Munich di Jerman punya pagelaran Oktoberfest yang selalu ramai oleh turis mancanegara. Sayang, kali ini pagelaran tersebut tercoreng sebab dilaporkan ada turis pria yang diperkosa. Duh!

Oktoberfest di Kota Munich tahun 2014 ini memasuki kali ke-181. Oktoberfest juga dikenal sebagai festival bir, tempatnya turis mancanegara untuk berpesta di jalanan Kota Munich dan menyaksikan tari Bavaria.

Oktoberfest diadakan selama 16 hari, dari akhir bulan September hingga awal bulan Oktober. Tak tanggung-tanggung, turis yang datang ke sana bisa mencapai angka jutaan orang!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun sayang, Oktoberfest yang berlangsung kali ini mencuri perhatian dunia bukan karena rangkaian acaranya. Sejumlah media luar negeri baru-baru ini memberitakan soal turis pria yang diperkosa ketika mengikuti Oktoberfest.

Dari situs Daily Mail misalnya, Rabu (1/10/2014) diberitakan turis pria yang diperkosa tersebut berasal dari Leeds, Inggris. Usianya masih 24 tahun dan dia memang datang untuk ikut bersuka cita dalam Oktober Fest.

Kronologinya, ketika itu turis tersebut sedang buang air kecil di semak-semak. Tak lama, dua pria datang dan ingin mengajaknya berhubungan seks. Ajakannya pun ditolak mentah-mentah.

International Business Time menulis, turis itu akhirnya dihantam dan dipaksa berhubungan seks oleh dua orang pria. Kemudian, dia melaporkan kejadian ke kepolisian setempat. Hingga kini, pencarian polisi terhadap dua tersangka masih berlanjut.

Beberapa media luar justru mengkritik pengadaan toilet oleh panitia Oktoberfest. Situs News.com Australia, mengangkat soal masalah pengadaan 1.500 toilet di festival tersebut belum cukup untuk menampung para turis. Sehingga, beberapa turis harus mau tak mau harus buang air di semak-semak yang mana berisiko untuk terjadinya kasus perkosaan atau pelecehan seksual.

Meski begitu, kepolisisan setempat mengklaim bahwa angka kriminalitas seperti perkelahian, perkosaan atau pelecehan seksual terhadap turis dinilai turun dibanding tahun lalu.

(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads