Bagus Soal Pemasaran, Tapi Ini yang Harus Diperhatikan Menpar Arief Yahya
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bagus Soal Pemasaran, Tapi Ini yang Harus Diperhatikan Menpar Arief Yahya

- detikTravel
Senin, 27 Okt 2014 13:50 WIB
Bagus Soal Pemasaran, Tapi Ini yang Harus Diperhatikan Menpar Arief Yahya
Turis di Pantai Kuta, Bali (Gede Suardana/detikTravel)
Jakarta - Menteri Pariwisata yang baru, Arief Yahya dinilai ahli dalam bidang pemasaran. Namun, masalah pengembangan pariwisata di Indonesia rupanya tak hanya itu. Kualitas sumber daya manusia di suatu destinasi wisata harus diperhatikan betul.

"Arief Yahya bagus dalam soal memasarkan suatu produk. Sepengamatan saya, dia sepertinya lebih cenderung bagaimana memasarkan suatu potensi wisata dan lebih mengembangkan Information & Communication Technology (ICT). Itu bagus," ujar Direktur Program Sarjana dan Pascasarjana, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Djoko Sudibyo kepada detikTravel, Senin (27/10/2014).

Djoko menambahkan, masalah pengembangan pariwisata ternyata bukan hanya soal pemasaran saja. Satu hal yang harus diperhatikan Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata yang baru adalah kualitas sumber daya manusia terhadap pemahaman ilmu pariwisata di suatu destinasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alam kita (produk pariwisata) bagus dan kaya, apalagi budayanya. Tapi yang penting, bagaimana mengubah sifat dan mental penduduk untuk bisa ramah, jujur, memberikan rasa aman kepada turis dan dapat mengemas suatu atraksi wisata. Baru setelah itu, bagaimana cara memasarkannya," paparnya.

Menurut Djoko, langkah-langkah yang bisa diambil Menpar Arief Yahya yakni dengan terjun langsung ke daerah dan melakukan pendekatan ke tiap komunitas-komunitas masyarakat. Djoko mengungkapkan, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami tentang pentingnya ilmu pariwisata seperti cara menyambut turis, memandu turis dan lainnya.

"Memasarkan destinasi wisata pun tidak boleh ngibul. Kalau kualitasnya segini, ya harus kita bilang segini agar turis tidak kecewa. Pariwisata itu intinya membuat orang bahagia," ungkap pria yang juga menjadi Dewan Penasihat Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) ini.

Djoko menekankan, sumber daya manusia harus menjadi nomor satu yang diperhatikan Menpar Arief Yahya. Setelah itu, pembenahan fasilitas di destinasi wisata dan pemasaran. Soal pembenahan fasilitas, harus ada kerjasama dengan kementerian lain.

(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads