Jakarta -
Pesawat SpaceShipTwo dari Virgin Galatic baru-baru ini jatuh di Gurun Mojave, California dalam rangkaian uji coba. Rupanya memang ada beberapa bahaya yang mengintai pesawat wisata luar angkasa ini.
Pihak otoritas penerbangan AS masih terus menyelidiki aneka serpihan pesawat SpaceShipTwo yang berjatuhan di Gurun Mojave. Richard Branson, sang pemilik Virgin Galatic masih yakin kalau wisata luar angkasa bakal cepat terealisasikan.
Menaggapi hal tersebut, Tiardani dari Bidang Matahari dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bandung berkomentar soal hal-hal yang berbahaya terkait wisata luar angkasa. Yuk disimak:
1. Radiasi matahari
(CNN)
|
Wisata luar angkasa mengandung risiko bahaya. Salah satunya adalah mengenai radiasi matahari.
"Pesawat Virgin Galatic itu terbang di suborbital dan bahaya di sana adalah radiasi matahari. Jika intensitas cahaya matahari sedang tinggi dan ada ledakan di matahari, itu bisa terjadi badai matahari dan berdampak ke pesawatnya," ujarnya saat dihubungi detikTravel, Selasa (4/11/2014).
2. Faktor wisatawan
(CNN)
|
Tiarnadi menambahkan, pesawat SpaceShipTwo dari Virgin Galatic yang rencananya akan dipakai mengangkut wisatawan untuk wisata ke luar angkasa, tidak serumit dengan roket yang mengorbitkan satelit. Namun teknologinya sama, seperti ada tameng penahan panas.
"Hal selanjutnya adalah soal para wisatawan. Mereka mau tidak mau harus menjalani standar pelatihan astronot karena akan merasakan gravitasi yang nyaris mendekati 0. Meski hanya sekitar 15 menit saja berada di suborbital," paparnya.
3. Faktor teknik dan bahan bakar
(CNN)
|
Tiarnadi menyinggung soal jatuhnya pesawat SpaceShipTwo dari Virgin Galatic. Meski dirinya mengaku belum tahu pasti masalahnya, faktor teknologi dan bahan bakar juga bisa menjadi ancaman jika tidak ditetapkan dengan benar.
"Teknologi dan bahan bakar, itu yang harus diperhitungkan Virgin Galatic," tutupnya.
Wisata luar angkasa mengandung risiko bahaya. Salah satunya adalah mengenai radiasi matahari.
"Pesawat Virgin Galatic itu terbang di suborbital dan bahaya di sana adalah radiasi matahari. Jika intensitas cahaya matahari sedang tinggi dan ada ledakan di matahari, itu bisa terjadi badai matahari dan berdampak ke pesawatnya," ujarnya saat dihubungi detikTravel, Selasa (4/11/2014).
Tiarnadi menambahkan, pesawat SpaceShipTwo dari Virgin Galatic yang rencananya akan dipakai mengangkut wisatawan untuk wisata ke luar angkasa, tidak serumit dengan roket yang mengorbitkan satelit. Namun teknologinya sama, seperti ada tameng penahan panas.
"Hal selanjutnya adalah soal para wisatawan. Mereka mau tidak mau harus menjalani standar pelatihan astronot karena akan merasakan gravitasi yang nyaris mendekati 0. Meski hanya sekitar 15 menit saja berada di suborbital," paparnya.
Tiarnadi menyinggung soal jatuhnya pesawat SpaceShipTwo dari Virgin Galatic. Meski dirinya mengaku belum tahu pasti masalahnya, faktor teknologi dan bahan bakar juga bisa menjadi ancaman jika tidak ditetapkan dengan benar.
"Teknologi dan bahan bakar, itu yang harus diperhitungkan Virgin Galatic," tutupnya.
(sst/sst)
Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun