Menpar Arief Yahya dan Oleh-oleh dari Bali
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kinerja Menteri

Menpar Arief Yahya dan Oleh-oleh dari Bali

- detikTravel
Senin, 10 Nov 2014 21:51 WIB
Menpar Arief Yahya dan Oleh-oleh dari Bali
Wisatawan asing di Pantai Kuta Bali (Gede/detikTravel)
Jakarta - Setelah kembali dari Bali, Menteri Pariwisata Arief Yahya menggelar rapat internal seharian. Namun akhir pekan sebelumnya, Menpar membawa oleh-oleh yang cukup signifikan untuk bahan menyusun kebijakan.

Informasi yang dihimpun detikTravel, Senin (10/11/2014), Menpar Arief Yahya menggelar rapat pimpinan dengan pejabat eselon I dan II. Agenda pembahasan adalah program-program Kemenpar untuk 2015.

Apa saja yang dibahas, tentunya itu berasal dari aneka input yang masuk ke Kementerian Pariwisata. Salah satunya adalah hasil dari kunjungan Menpar ke Bali pada Jumat-Sabtu, 6-7 November 2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama kunjungan selama 2 hari, Arief membuka Festival dan Selebrasi 100 Tahun Gong Kebyar di kawasan Puri Saren, Ubud. Arief juga berdialog dengan para tokoh pariwisata dan para pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali dan pengurus Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (BPPI) Bali.

Menpar juga meninjau sejumlah fasilitas wisata budaya seperti Museum Puri Lukisan dan Museum Marketing 3.30 sekaligus meresmikan MarkPlus Center for Tourism and Hospitality. Ini adalah lembaga untuk peningkatan kualitas SDM pariwisata dengan riset, pembelajaran dan konsultasi.

Menpar mengungkapkan setelah meninjau Bali, bahwa ke depannya pembangunan pariwisata di Pulau Dewata akan dibagi dalam 3 porsi besar. 60 Persen pembangunan pariwisata bertema budaya mencakup heritage, religi, kuliner, belanja, kota dan desa. 35 Persen pembangunan wisata untuk tema alam, sisanya 5 persen untuk wisata pelayanan seperti kawasan terpadu.

Menpar Arief Yahya juga kembali menegaskan, tekad untuk mencapai target kunjungan 20 juta wisman pada 2019 mendatang perlu upaya perbaikan dan peningkatan sarana infrastruktur pariwisata. Dibutuhkan juga infrastrutur ICT, aksesibilitas menuju destinasi wisata termasuk pesawat serta regulasi di antaranya penyederhanaan perizinan serta kemudahan pelayanan visa.

Lantas kira-kira, program pariwisata apa yang akan disiapkan untuk 2015 nanti? Kita tunggu saja!

(fay/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads