Perjalanan Levison Wood berakhir pada Desember 2013. Selama 9 bulan traveling menyusuri Sungai Nil, banyak kejadian tak terduga yang menimpanya. Dia sempat dijambret, dievakuasi dari zona perang, dan hampir dimakan buaya. Dia menyebrangi rawa, mendaki gunung, berteman dengan kalajengking di Gurun Sahara, juga makan tikus dan belalang.
"Bulan-bulan itu adalah yang terbaik dalam hidup saya," tutur Levison.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Memulai perjalanan dari Rwanda
|
(Levison Wood/CNN)
|
Ini adalah awal musim hujan. Air pun meluap di pemukiman bantaran Sungai Nil. Air luapan itu beberapa kali masuk tendanya, sehingga Levison harus bangun tengah malam dan memindahkan tenda ke tempat yang lebih aman.
2. Tanzania
|
(Levison Wood/CNN)
|
"Kesulitan terbesar adalah mempertahankan motivasi untuk bangun setiap pagi, jalan kaki 32 km, dan begitu seterusnya," tutur Levison.
3. Berburu tikus di Uganda
|
(Levison Wood/CNN)
|
Dia tidur di alam liar, atau di rumah kecil milik penduduk lokal. Tikus dan belalang bakar jadi makanan utamanya di Uganda.
4. Sudan Selatan
|
(Levison Wood/CNN)
|
Dia bertemu dengan Mundari, nama suku di Sudan yang terkenal cinta damai. Para pemberontak pun dilarang masuk kawasan tempat tinggal Mundari. Sebagai rasa terima kasih, Levison mengikuti upacara tradisional seperti gulat ala suku Mundari.
5. Masuk zona perang
|
(Levison Wood/CNN)
|
Levison kemudian ditahan dan dievakuasi ke Juba, ibukota Sudan Selatan, kemudian dideportasi ke Sudan Utara.
6. Berakhir di Mesir
|
(Levison Wood/CNN)
|
"Saat Anda melakukan hal yang sama terus-menerus berbulan-bulan, dan menyadarinya harus berakhir, pasti ada kesedihan," Levison mengakui.
Namun, Levison berkata ini adalah hari-hari terbaik dalam hidupnya. Sembilan bulan melintasi 9 negara, menyusuri sungai terpanjang di dunia.
"Hal pertama yang kulakukan adalah berlari ke laut dan menikmati detik demi detik," tuturnya.
Halaman 2 dari 7












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun