Dalam acara Diskusi Panel Tentang Aktivasi Ruang Kreatif Seni Pertunjukan di Kota Tua, Camat Taman Sari Paris Limbong mengeluarkan unek-unek tentang masalah di Kota Tua. Meski menarik, namun kawasan wisata sejarah ini masih memiliki banyak kekurangan.
"Permasalahan yang pertama ini belum ada kerjasama," ujarnya dalam acara di Toko Merah, Kota Tua, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, tidak ada koordinasi jelas mengenai aneka acara yang diadakan di kawasan Kota Tua. Karena jika acara jadi di luar kendali atau sampah menumpuk saat selesai acara, bagian camat yang akan terkena masalah.
"Di Kota Tua juga belum ada ruang kreatif yang permanen," lanjutnya.
Selama ini, keramaian memang berpusat di Taman Fatahillah. Namun di sana belum ada area permanen yang bisa selalu dipakai kapan saja.
Camat Taman Sari yang sudah bertugas selama 2 tahun ini juga menginginkan Kota Tua punya acara tahunan. Misal seperti Festival Danau Toba yang bisa menarik perhatian dunia. Diharapkan Kota Tua juga bisa memiliki event tahunan yang menarik.
Pembicara lain, CEO PT Pembangunan Kota Tua Lin Chi Wei menanggapi hal ini. Menurutnya Kota Tua memang harus memiliki sesuatu yang khas.
"Sebuah tempat harus memiliki ciri khas jika ingin diingat. Di bayangan saya, Kota Tua bisa jadi ibukota seni dan budaya dan harus punya acara yang jelas," ujar Wei di acara yang sama.
Masih ada 2 masalah yang tersisa yaitu toilet yang mengkhawatirkan dan belum ada gedung parkir yang memadai. Menurut Camat Taman Sari, toilet masih sulit ditemui di kawasan Kota Tua. Kalaupun ada, keadaannya sangat mengkhawatirkan.
Terakhir adalah masalah area parkir. Ini memang sudah menjadi masalah rutin apalagi saat sedang ada acara.
"Area parkirnya kan sering semerawut. Itu karena belum ada area atau gedung parkir yang memadai," tutup sang camat.
(shf/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh