Ini memang pertama kali Ngarak Ancak dimasukkan dalam agenda Banyuwangi Festival 2014, sekaligus menjadi ajang puncak Hajaba ke-243 Kabupaten Banyuwangi. Meski sebelumnya diguyur hujan, namun animo masyarakat untuk melihat arakβ-arakan ancak dan menikmati ancak bersama dengan Bupati, bergeming.
Mereka antre menunggu ancak yang diarak sebanyak 1.771 orang dari beberapa instansi dan masyarakat umum. Dengan tertib masyarakat duduk bersama dengan Bupati dan SKPD. Mereka bersama makan ancak meski dibawah cuaca mendung. Satu ancak, dikelilingi sekitar 4-6 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bupati Anas, saat ini Pemkab Banyuwangi βsengaja mengangkat tradisi yang asalnya dari kampung-kampung ini karena ada filosifi kebersamaan. Dua turis bule dari Australia juga menikmati ancak yang dibagikan.
Ancak sendiri bagi masyarakat Banyuwangi adalah suatu kuliner yang ditunggu masyarakat tiap tahun. Biasanya mereka bertukar ancak. Tidak boleh pembuat ancak memakan masakannya sendiri. Ini mewujudkan wujud solidaritas dan menerima atas rezeki yang ditetapkan oleh Sang Khalik. Apapun masakannya yang didapat tak peduli lauknya sayap atau brutu, mereka tetap akan menyantapnya dengan ikhlas.
"Saya tadi bawa ancak lauknya telur. Ini dapat ayam, alhamdulillah," ujar Sanusi warga Banyuwangi.
Kemeriahan HUT Banyuwangi ditambah lagi dengan mendapat kado Taksi Bosowa. Banyuwangi dijadikan kota kedua di Jawa Timur setelah Surabaya yang menjadi cabang Bosowa Taksi Group. Chief Executive Promotive Group Bosowa Muhammad Subhan Aksa menguraikan, untuk tahap pertama ada 25 unit taksi untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat dan wisatawan.
"Jumlahnya nanti akan terus bertambah dalam waktu dekat. Bosowa taksi hadir juga sebagai kado ultah untuk Banyuwangi yang ke-243 dari founder Bosowa Bapak Aksa Mahmud," kata Subhan Aksa.
Taksi Bosowa ini, lanjutnya, juga dikemudikan oleh driver yang merupakan warga asli Banyuwangi. Udeng atau topi khas Banyuwangi bagi pengemudi, musik angklung paglak dan lagu daerah di dalam taksi akan menambah rasa Banyuwangi. Tarifnya cukup kompetitif Rp 12.500/kilometer.
"Kami harap ini bisa membantu warga Banyuwangi dan para wisatawan yang akan dan menuju ke Banyuwangi. Terutama dari bandara dan jika ingin berkeliling Banyuwangi bisa lebih mudah," kata Bupati Anas.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh