Konsep pesiar wisata ini adalah yang pertama kalinya dilakukan PT Pelni (Persero). Selama 4 hari 3 malam yakni 24-27 Desember 2014, Pelni melakukan uji coba pesiar wisata di Raja Ampat. Sementara uji coba pesiar wisata di Wakatobi berlangsung pada 27-30 Desember 2014.
"Ini jadi momen tepat untuk mulai ikut andil dalam wisata bahari Indonesia. Kita bisa mengeksplor banyak dalam 4 hari, semua wilayah Raja Ampat!" tutur Direktur Utama PT Pelni (Persero), Sulistyo Wimbo Hardjito kepada detikTravel saat makan malam di Sorong, Papua Barat, Selasa (23/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cara yang pas, mengeksplor kepulauan menggunakan hotel terapung," katanya.
Perlahan, Pelni pun membenahi KM Tatamailau yang jadi 'kapal pesiar' di Raja Ampat. "Semua sekoci, jumlahnya ada 8, kini semuanya berfungsi. Sekoci ini juga digunakan untuk menjangkau spot-spot diving dan snorkeling di Raja Ampat," papar Wimbo.
Tak semua wilayah perairan Raja Ampat bisa dimasuki kapal sebesar KM Tatamailau. Oleh karena itulah, dengan uji coba ini, Pelni sedang meraba kawasan mana yang aman untuk dimasuki.
"Jangkar juga baru boleh dilepas jika kedalamannya lebih dari 40 meter. Tentu kita harus mematuhi itu," kata Wimbo.
Pada uji coba kali ini, ada 50-100 peserta yang akan ikut serta. Jika konsep ini berhasil, Pelni akan menambah rute pesiar wisata di beberapa titik di Indonesia.
"Anambas, Nias. Tapi aksesibilitas dan akomodasi di tempat tujuan harus jelas dulu. Untuk sementara ini Wakatobi dan Raja Ampat yang paling memungkinkan," tutup Wimbo.
(sst/aff)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru