Ini Bahaya yang Mengintai Pesawat Saat Musim Hujan & Kemarau

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ini Bahaya yang Mengintai Pesawat Saat Musim Hujan & Kemarau

- detikTravel
Selasa, 30 Des 2014 15:46 WIB
Ini Bahaya yang Mengintai Pesawat Saat Musim Hujan & Kemarau
Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Banyak traveler bilang, kalau penerbangan pesawat berbahaya saat musim hujan. Namun nyatanya, penerbangan pesawat juga berbahaya saat musim kemarau. Berikut, penjabarannya dari LAPAN Bandung.

"Saat musim hujan, (maskapai-red) harus memantau kondisi atmosfer dan awan," kata Halim Murahman dari bagian Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bandung kepada detikTravel, Selasa (30/12/2014).

Halim lebih dulu menjelaskan bahaya yang dialami pesawat saat musim hujan. Bahaya yang mengintainya, yakni awan cumulonimbus yang tingginya belasan meter dan diameternya mencapai puluhan meter. Pesawat harus menghindari awan tersebut, karena di dalamnya terdapat tekanan udara yang rendah, angin kencang, petir dan bisa terjadi angin puting beliung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apalagi, awan-awan cumulonimbus bisa saling bergabung dan membentuk supercell. Itu paling bahaya karena radiusnya ratusan kilometer dan kita tak bisa menduga ada apa di dalamnya," papar Halim.

Lalu saat musim kemarau, bahaya yang mengintai penerbangan pesawat ada dua. Keduanya adalah asap dari kebakaran hutan dan debu vulkanik dari gunung.

"Dua-duanya membuat visibility atau daya pandang pilot menjadi terganggu. Contoh debu vulkanik seperti Gunung Gamalama di Ternate beberapa waktu lalu, penerbangan ke sana dibatalkan bukan?" ujar pria yang sudah bekerja di LAPAN Bandung sejak tahun 1990-an tersebut.

Baik musim hujan atau kemarau, menurut Halim, memang ada bahaya-bahaya yang mengintai pesawat. Namun, hal tersebut tak perlu terlalu dicemaskan. Sebabnya, pihak maskapai penerbangan sudah mempunyai standar kemanan yang tinggi dan teknologi canggih untuk meramal kondisi cuaca.

Ada pula LAPAN dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang update memberikan informasi cuaca. Setidaknya, sudah meminimalisir risiko-risiko yang akan dihadapi pesawat selama penerbangan.

"Penerbangan itu hitungannya detik, jadi monitoring kondisi dan cuaca itu mutlak. Satelit dan radar harus terus diperbarui, meski dananya lebih besar," papar Halim.

(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads