Kisah Sarah, Dicegat di Bandara Usai Borong Dompet Branded

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Balada Barang Mahal

Kisah Sarah, Dicegat di Bandara Usai Borong Dompet Branded

- detikTravel
Rabu, 14 Jan 2015 13:26 WIB
Kisah Sarah, Dicegat di Bandara Usai Borong Dompet Branded
Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Beli oleh-oleh memang asyik, bisa sampai kalap seperti yang dialami traveler ini ketika tengah traveling ke Beijing. Namun ketika pulang ke Bandara Soekarno-Hatta, hup! Petugas bandara menahan kopernya. Nah lho!

"Waktu liburan ke Beijing beli barang branded, mumpung karena harganya lebih murah daripada beli di Indonesia. Belinya memang lebih dari satu," cerita traveler yang bernama Sarah kepada detikTravel, Rabu (14/1/2015).

Harga barang branded di Beijing memang pada umumnya lebih murah daripada di Indonesia. Tidak sedikit juga orang Indonesia yang belanja barang branded sampai ke luar negeri. Istilahnya sekalian jalan-jalan sekalian belanja juga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sih belinya dompet yang branded, tapi belinya memang memang lebih dari tiga. Ada yang buat sendiri, ada juga yang titipan teman sama saudara," ujar Sarah.

Selain harga dompet branded yang lebih murah, Beijing memang tempat yang cukup favorit untuk belanja. Pilihan yang lebih beragam juga menjadi pertimbangan untuk belanja lebih. Saat itu Sarah memang beli dompet dari beberapa brand berbeda, jumlahnya memang lebih dari 10 juga.

"Pas di imigrasi Beijing sih aman-aman saja, tapi begitu dicek di Soetta kena sita bea cukai. Katanya kena pasal berapa gitu soal barang dari luar yang dibawa ke Indonesia," ujar Sarah dengan nada kecewa.

Pihak bea cukai menyita dompet branded yang dibawa Sarah lebih karena jumlahnya yang cukup banyak. Memang ada aturan, barang yang punya nilai USD 250 per orang atau di atas USD 1.000 per keluarga itu terkena pajak.

Alasan lain dari penyitaan dompet branded Sarah adalah kecurigaan pihak bea cukai, yang menganggap Sarah akan menjual dompet branded tersebut di Indonesia. Sarah pun menambahkan, padahal oleh-oleh yang Sarah bawa adalah murni oleh-oleh, bukan untuk dijual lagi.

(rdy/aff)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads