Kementerian-kementerian di bawah pemerintahan Presiden Jokowi menjadi sorotan dalam masa 100 hari kerjanya termasuk Kementerian Pariwisata. Kemenpar menargetkan angka kunjungan turis sebanyak 20 juta di tahun 2019.
Untuk itu, Kemenpar punya strategi dengan nama Wonderful Indonesia yang wajib digunakan di berbagai media promosi online dan offline. Berbagai tagline pariwisata daerah juga harus diikuti dengan penggunaan Wonderful Indonesia contohnya, Enjoy Jakarta by Wonderful Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa misi wonderful-nya, sehingga orang-orang bisa merasakan ada yang 'wonderful' dari Indonesia? Ini promosinya masih kurang yang belum tersebar dan belum benar-benar berasa," tuturnya dalam perbincangan dengan detikTravel, Rabu (28/1/2015).
Jajang menambahkan, memang kata 'wonderful' sudah pas untuk menggambarkan Indonesia. Lihatlah bentang alam Indonesia yang sungguh mempesona, dari api biru di Kawah Ijen yang cuma ada dua di dunia sampai Raja Ampat yang disebut-sebut surga bawah laut di Bumi. Belum lagi, melihat budaya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
"Nonton debus, itu wonderful karena tangan ditebas pisau tidak berdarah. Lompat batu itu wonderful karena bisa ya orang melompat setinggi itu. Setiap daerah memang wonderful," ungkapnya.
Wonderful Indonesia pun akan menjadi suatu image yang baik untuk Indonesia. Mengingat, kata Jajang, Indonesia masih lekat dengan pemberitaan negatif seputar narkoba, sarang koruptor dan teroris.
"Ke-wonderful-an itu menghalau image yang buruk tentang Indonesia. Lambangnya juga bagus. Namun, Wonderful Indonesia belum terpromosikan dengan baik. Sekali lagi, promosinya kurang," pungkas Jajang.
(aff/fay)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong