"Kalau hanya ada masjid saja tidak bisa saya jual. Cerita bisa membuat hidup," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam acara Peluncuran Buku dan Digital Media Newseum Indonesia di Kepri Mal, Batam, Minggu (8/2/2015).
Ia menjelaskan bahwa suatu destinasi akan lebih menarik banyak wisatawan jika cerita atau sejarah dari destinasi tersebut juga ikut dipromosikan. Sejarah yang diangkat tentunya akan membuat wisatawan penasaran untuk melihat langsung destinasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief juga mengatakan bahwa budaya itu bisa menentukan arah ekonomi kreatif dan pariwisata. Budaya yang ada di suatu negara bisa menjadi tren dan menarik banyak wisatawan untuk berkunjung.
"Korea menguasai dunia dengan K-pop. Amerika menguasai dunia dengan budayanya. Bagaimana meng-capitalize budaya yang sudah ada ini," tuturnya.
Selain itu, Arief menyebutkan bahwa negara lain sering menggunakan media untuk promosi pariwisata. Indonesia pun harusnya seperti itu.
"Negara lain menggunakan media untuk alat. Amerika itu menjadikan film sebagai senjata yang kata orang marketing, untuk promosi negaranya. Setelah kita tahu bahwa negara lain menggunakan media untuk promosi, Indonesia juga harus," jelas Arief.
(krn/aff)











































Komentar Terbanyak
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Gara-gara Protes Penerbangan Delay, Warga 62 Ditahan Polisi KLIA