Media Inggris seperti Birmingham Mail, Daily Mail, dan Mirror, ramai memberitakan kisah keluarga yang dilarang terbang karena anaknya autis. Dirangkum detikTravel dari berbagai sumber, Jumat (27/2/2015) alasannya karena anak mereka dianggap membahayakan penumpang lain.
Satu keluarga yang terdiri dari Arshad Sherbaz dan Selina Begun, serta anak perempuan dan seorang anaknya yang berumur 11 tahun, Mustafah, dilarang terbang oleh agen wisata Thomas Cook karena anaknya itu 'berkekurangan' atau autis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan alasan anaknya yang autis dapat menimbulkan masalah di pesawat, Arshad dan keluarganya pun tidak diizinkan untuk menaiki pesawat pulang mereka di Bandara Dalaman, Turki. Salah satu pihak agen tur mengatakan kalau anaknya perlu surat dokter untuk terbang.
"Seseorang dari Thomas Cook mengatakan pada kami, bahwa mereka telah berbicara dengan pilot yang tidak mengizinkan anak saya naik ke pesawat pulang. Mereka bilang kalau kami dapat membahayakan dan tidak dapat terbang," cerita Arshad.
Pada penerbangan sebelumnya menuju Turki, Mustafah sempat stress dan mengetuk pintu toilet pesawat dengan cukup kencang. Melihat anaknya yang kelelahan dan panik, Arshad pun menenangkan Mustafah.
Padahal sebelumnya Arshad telah mengatakan pada agen wisata Thomas Cook, perihal anaknya Mustafah yang mengidap kelainan autis. Mustafah memang hanya dapat berkomunikasi dengan tanda isyarat karena kekurangannya.
Setelah tertahan pulang, Arshad dan keluarga terpaksa menemui dokter bandara untuk mendapatkan surat terbang, adapun mereka dianjurkan untuk memintanya ke rumah sakit setempat. Mobil ambulan pun disediakan, tapi berikut tagihannya.
"Mereka membawa anak saya dengan tandu sementara kami duduk di belakang ambulans. Rasanya sungguh tidak benar. Saya pun melihat taksi dan memilih untuk naik itu daripada dengan ambulans," cerita Arshad.
Pada akhirnya Arshad mendapat surat dokter untuk anaknya, beserta obat stress dari rumah sakit setempat. Namun ternyata penerbangan berikutnya ke Inggris baru ada 40 jam kemudian. Mau tidak mau Arshad dan keluarganya terpaksa tinggal di Turki selama hampir dua hari.
Dengan berat hati Arshad mengeluarkan biaya sendiri sebesar 300 Poundsterling (Rp 5,9 juta) untuk biaya menginap hotel tak terduga, berikut biaya taksi yang ditumpanginya.
Sekembalinya ke bandara, Arshad dan keluarganya malah tidak dimintai menunjukkan surat dokter perihal anaknya yang autis sama sekali oleh pihak bandara dan agen wisata. Kemudian akhirnya Arshad dapat naik pesawat dan pulang ke Inggris.
Setelah kembali ke Inggris, Arshad pun memberitakan kejadian buruk yang menimpanya kepada salah satu media Inggris. Musibah yang menimpanya memang buruk dan bisa menimpa siapa saja.
"Anak saya sangat ceria dan fleksibel ketika tengah traveling. Kejadian yang terjadi sangat mengejutkan dan buruk, kami masih merasakan efeknya, bahkan berbulan-bulan kemudian," cerita Arshad.
Pihak agen wisata Thomas Cook pun menyesali kejadian tidak mengenakkan yang dialami Arshad dan keluarganya. Permintaan maaf pun diberikan beserta kompensasi voucher senilai 750 Poundsterling, setara dengan Rp 14 juta untuk Arshad.
(rdy/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh