Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 13 Mar 2015 16:50 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Turis Nakal di Bali, Pipis & Bercinta di Tempat Suci

Pura Gunung Kawi (Adolfb/d'Traveler)
Gianyar - Pulau Dewata Bali populer di kalangan turis asing, namun mereka harus taat aturan setempat. Pernah terjadi turis asing yang berbuat seenaknya. Ada yang pipis sembarangan dan ada yang nekat bercinta.

Untuk masyarakat Hindu Bali, tempat suci tidak terbatas pada pura, namun juga pantai. Salah satu contohnya adalah di Pantai Pandawa. Apabila memperhatikan, sebenarnya ada papan peringatan yang melarang kegiatan asusila di sana, disertai tulisan 'kawasan suci'.

Papan peringatan yang dibuat oleh manajemen Tim Penataan Kawasan Pantai Kutuh atau TP-KPK Kutuh memang menegaskan status Pantai Pandawa yang suci. Bukan tanpa alasan, pernah ada turis asing yang berhubungan seks di sana sebelumnya.

Terkait dengan perilaku turis nakal, Ketua PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Provinsi Bali, ‎Drs I Gusti Ngurah Sudiana dalam wawancara detikTravel beberapa waktu lalu, mengaku bahwa perilaku turis asing yang seperti itu memang tidak patut dicontoh. Menurut Sudiana, sepanjang 2013 hingga 2014 akhir ini sudah dua kali bule melakukan pelanggaran di tempat ibadah umat Hindu.

Sekitar awal Maret 2013 silam, sepasang suami-istri‎, WNA asal Estonia, Silman Urmas (43) dan Silman Katrin (23) tertangkap basah warga sedang melakukan hubungan intim, di Pura Keramat Mengening, Tampaksiring, Gianyar, Bali. Belum lagi juga sempat ada kejadian dua turis Australia yang kencing sembarangan di tunggu karang, atau pelinggih pura keluarga (tempat ibadah keluarga) milik I Wayan Mudipa di Desa Canggu, Badung, pada 16 Desember 2014 lalu.

Selain dalam pengaruh alkohol, kakak beradik Timothy O'Hehir (26) d‎an Scoot O'Hehir kelihatannya juga tidak tahu soal aturan adat di Bali. Bahkan, keduanya melakukan pemukulan terhadap Wayan Mudipa hingga mukanya lebam, kelewatan!

Pihak Pemerintah Bali dan masyarakat setempat juga punya hukuman adat bagi siapa pun yang melanggar aturan. Di sejumlah desa-desa adat di Bali punya sanksi adat bagi wisatawan yang nekat melakukan hubungan seksual di kawasan suci.

Menurut Bagian Pengumpulan Informasi Biro Humas Sekretariat Daerah Provinsi Bali, Idka Ludra seperti pernah diwawancara detikTravel mengatakan kawasan suci adalah tempat beribadah. Jika ada yang melakukan tindakan tidak senonoh dan melanggar norma seperti melakukan hubungan seksual maka ada sanksi adatnya.

Hukuman bagi siapa pun yang melanggar ternyata cukup berat. Selain bisa masuk penjara, pelaku yang melanggar juga diharuskan membayar biaya untuk upacara Mecaru yang bisa hingga Rp 20 juta. Upacara itu bertujuan untuk menyucikan alam yang sudah dikotori akibat perbuatannya.

Perkara ada papan larangan atau tahu dan tidak tahu, tidak sepantasnya seseorang berlaku tidak sopan di tempat ibadah. Sebagai traveler yang baik, seharusnya perilaku santun dan hormat adalah yang utama. Semoga tidak terjadi kejadian serupa di masa mendatang.

(rdy/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA