"Nggak jaminan. Apakah Anda berangkat karena destinasinya atau karena bebas visa? Hubungan bebas visa dan kunjungan wisatawan itu nggak signifikan," kata Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Prof Azril Azahari PhD dalam obrolan dengan detikTravel, Selasa (17/3/2015).
Bebas visa untuk turis dari 30 negara dinilai Azril hanya sebagai langkah instan yang ditempuh Menpar Arief Yahya buat menarik wisatawan asing datang ke Indonesia. Namun, menurut Azril, Menpar melupakan sejumlah aspek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guru Besar Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti ini menambahkan wisatawan berani mengejar tempat yang jauh, kalau daya tarik pariwisatanya kuat bukan lantaran bebas visa. Dia mencontohkan wisatawan Eropa rela jauh-jauh mencari spa asli Bali karena begitu khas dan spesial, walaupun untuk ke Indonesia mereka butuh visa.
"Bebas visa tuh ngak tahu-tahu wisman kita jadi 20 juta orang. Kalau nggak ada daya tariknya, apa yang mau dijual? Thailand dan Malaysia packaging tourism-nya menang, jadi jangan cuma marketing doang," jelasnya.
(fay/sst)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
Wisata Korea Tak Lagi Terpusat di Seoul, Kini Wilayah Lain Mulai Dilirik Turis