Cincin Viking Berlafaz Allah Bikin Heboh Swedia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Cincin Viking Berlafaz Allah Bikin Heboh Swedia

- detikTravel
Rabu, 18 Mar 2015 08:35 WIB
Cincin Viking Berlafaz Allah Bikin Heboh Swedia
Cincin Viking berlafaz Allah (Swedish History Museum)
Stockholm - Swedish History Museum yang jadi favorit wisatawan yang traveling ke Swedia, punya benda koleksi sebuah cincin Viking yang menggemparkan. Dari hasil penelitian terbaru, cincin tersebut ternyata berlafaz Allah, kok bisa?

Sebenarnya sudah lama Swedish History Museum menyimpan sebuah cincin perak dengan batu amethyst. Cincin itu ditemukan sekitar tahun 1872-1895 di situs arkeologi Viking di Kota Birka.

Cincin itu digali dari makam seorang perempuan Viking yang diperkirakan meninggal di abad ke-9. Namun, penelitian terbaru terhadap cincin tersebut hasilnya menghebohkan semua orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil penelitian itu pertama kali diterbitkan di jurnal ilmiah Scanning, kemudian ramai diberitakan berbagai situs ilmiah seperti Archeology.org sampai berbagai media massa seperti Daily Mail Inggris sampai 9 News Australia. Batu cincinnya ternyata bukan amethyst namun bahan kaca. Yang bikin heboh, ternyata guratan di batu cincin tersebut ternyata adalah lafaz 'Allah'.

Seperti detikTravel himpun dari berbagai sumber, Rabu (18/3/2015), para peneliti yakin kalau ini adalah bukti kontak peradaban bangsa Viking dengan peradaban Islam di Mediterania. Kemungkinan cincin ini adalah hasil perdagangan bangsa Viking dengan umat Islam di masa tersebut.

Ini adalah satu-satunya cincin bertulisan Arab yang ditemukan di situs arkeologi di kawasan Skandinavia. Hasil riset ini pun membuat cincin koleksi Swedish History Museum menjadi semakin berharga bagi dunia ilmu pengetahuan.

Nah, jika traveler penasaran dengan cincin berlafaz Allah ini, mungkin bisa berkunjung ke Swedish History Museum. Namun sejauh ini belum ada informasi apakah cincin tersebut dipajang secara khusus di ruang pamer atau masih jadi bagian koleksi museum untuk kebutuhan penelitian.

(fay/aff)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads