Istanbul -
Kota besar hampir selalu identik dengan kemacetan. Dari seluruh kota di dunia, ada 10 yang paling macet di dunia. Mana saja ya?
Sebuah indeks dibuat oleh perusahaan pendata kemacetan bernama Tom Tom. Dalam Tom Tom Traffic Index 2015, terlihat kota mana saja yang mendapat predikat termacet. Ditengok dari situs resminya, Rabu (1/4/2015) inilah 10 kota paling macet di dunia, bagian kedua dalam hitung mundur:
5. Chongqing, Tiongkok
(CNN)
|
Tak mengherankan memang jika banyak kota di Tiongkok yang mengalami kemacetan saat sedang rush hours. Nah, salah satu yang paling parah adalah Chongqing yang berada di barat daya Tiongkok.
Saat sedang padat, biasanya pengendara akan terjebak di kemacetan sekitar setengah jam. Padahal, kota ini sudah dilengkapi dengan jembatan dan terowongan sebagai jalur alternatif. Namun nyatanya, masih tetap macet.
4. Mexico City, Meksiko
(CNN)
|
Ibukota Meksiko, Mexico City berada di posisi keempat dalam daftar kota paling macet di dunia. Di Meksikonya sendiri, kota ini dinobatkan sebagai kota kedua terpadat.
Lama keterlambatan karena terjebak macet kira-kira 30 menit. Jadi perjalanan yang harusnya 30 menit bisa sampai molor 1 jam.
3. St Petersburg
(CNN)
|
Mengarah ke Rusia, ada Kota St Petersburg yang menduduki posisi ketiga. Kota ini menggantikan posisi Rio de Janeiro di tahun 2013 lalu.
Saat macet, pengendara bisa kehilangan waktu sekitar setengah jam dari waktu yang seharusnya. Jika ditotal, pengendara terjebak macet selama 110 jam selama setahun. Waduh!
2. Moscow, Rusia
(CNN)
|
Masih di Rusia, kali ini Moscow. Ibukota dari Rusia ini dikenal hampir selalu macet setiap saat. Kesabaran harus jadi modal utama saat berada di jalan waktu peak hours.Β
Lebih dari 30 menit keterlambatan karena macet saat jam-jam sibuk. Bahkan, saat bukan jam sibuk pun, kota ini tetap macet. Seperti inilah bentuk kota termacet kedua di dunia tahun 2015.
1. Istanbul, Turki
(CNN)
|
Menjadi jembatan dari benua Asia dan Eropa, sudah tentu padat sekali jalan-jalan yang ada di Istanbul. Apalagi saat sore hari, di kala sedang jam pulang kantor. Waduh!
Jika sedang macet, Anda bisa terjebak di dalamnya selama lebih dari sejam. Tak heran jika penduduk yang tinggal di sana bisa menghabiskan lebih dari 125 jam per tahun di jalan. Itu hanya jam kemacetan, belum termasuk jam perjalanannya.
Sepertinya Indonesia tidak masuk dalam perhitungan Tom Tom Traffic Index. Karena memang aplikasi ini hanya menghitung data menurut jangkauan jaringan mereka. Jika kota di Indonesia masuk, kira-kira akan berada di posisi berapa ya?
Tak mengherankan memang jika banyak kota di Tiongkok yang mengalami kemacetan saat sedang rush hours. Nah, salah satu yang paling parah adalah Chongqing yang berada di barat daya Tiongkok.
Saat sedang padat, biasanya pengendara akan terjebak di kemacetan sekitar setengah jam. Padahal, kota ini sudah dilengkapi dengan jembatan dan terowongan sebagai jalur alternatif. Namun nyatanya, masih tetap macet.
Ibukota Meksiko, Mexico City berada di posisi keempat dalam daftar kota paling macet di dunia. Di Meksikonya sendiri, kota ini dinobatkan sebagai kota kedua terpadat.
Lama keterlambatan karena terjebak macet kira-kira 30 menit. Jadi perjalanan yang harusnya 30 menit bisa sampai molor 1 jam.
Mengarah ke Rusia, ada Kota St Petersburg yang menduduki posisi ketiga. Kota ini menggantikan posisi Rio de Janeiro di tahun 2013 lalu.
Saat macet, pengendara bisa kehilangan waktu sekitar setengah jam dari waktu yang seharusnya. Jika ditotal, pengendara terjebak macet selama 110 jam selama setahun. Waduh!
Masih di Rusia, kali ini Moscow. Ibukota dari Rusia ini dikenal hampir selalu macet setiap saat. Kesabaran harus jadi modal utama saat berada di jalan waktu peak hours.Β
Lebih dari 30 menit keterlambatan karena macet saat jam-jam sibuk. Bahkan, saat bukan jam sibuk pun, kota ini tetap macet. Seperti inilah bentuk kota termacet kedua di dunia tahun 2015.
Menjadi jembatan dari benua Asia dan Eropa, sudah tentu padat sekali jalan-jalan yang ada di Istanbul. Apalagi saat sore hari, di kala sedang jam pulang kantor. Waduh!
Jika sedang macet, Anda bisa terjebak di dalamnya selama lebih dari sejam. Tak heran jika penduduk yang tinggal di sana bisa menghabiskan lebih dari 125 jam per tahun di jalan. Itu hanya jam kemacetan, belum termasuk jam perjalanannya.
Sepertinya Indonesia tidak masuk dalam perhitungan Tom Tom Traffic Index. Karena memang aplikasi ini hanya menghitung data menurut jangkauan jaringan mereka. Jika kota di Indonesia masuk, kira-kira akan berada di posisi berapa ya?
(shf/shf)
Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar