"Traveler itu suka eksplorasi. Kalau datang ke Indonesia mereka pasti mencari yang otentik. Nah itu ada di makanan jalanan dan pasar. Kita harus merapikan makanan jalanan dan pasar," ujar Petty Elliott, seorang koki dan penulis buku makanan kepada detikTravel dalam acara Culinary Diplomacy di Javara, Kemang Utara, Jakarta, Kamis (23/4/2015).
Culinary Diplomacy adalah acara yang digelar Kementerian Luar Negeri dengan menggandeng AntaVaya. Acara ini diikuti para diplomat asing yang diperkenalkan dengan kekayaan kuliner Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Petty, saat ini makanan jalanan dan juga pasar tradisional yang menjual kuliner khas Indonesia memang sudah banyak, tetapi belum semua terjamin kebersihannya. Selain itu, wilayah pasar juga harus terjamin keamanannya.
"Traveler yang datang itu juga butuh rasa aman dan nyaman. Mereka harus diyakinkan bahwa mereka bisa makan dengan aman, tak ada copet misalnya," kata Petty.
Selain dari makanan, infrastruktur dan transportasi di Indonesia juga harus ditingkatkan. Turis akan semakin senang jika transportasinya mudah dan bisa menikmati makanan Indonesia dengan aman dan nyaman.
(rdy/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh