Kakatua jambul kuning termasuk hewan langka dan dilindungi. Bagi traveler yang masih memeliharanya, sebaiknya segera menyadari bahwa burung ini harus diselamatkan ke habitat aslinya sebelum terlanjur punah.
"Kalau tidak diselamatkan sekarang, masa mau ditunggu sampai punah?" ujar Kepala Unit Taman Burung Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Muhammad Piter Kombo dalam perbincangan dengan detikTravel di Taman Burung TMII, Jakarta Timur, Senin (12/5/2015) sore.
Ia mengatakan memang banyak yang senang memelihara kakatua jambul kuning. Namun, memelihara burung langka itu bukanlah pilihan yang tepat. Lebih baik si jambul kuning yang masih dipelihara, segera diserahkan ke penangkaran seperti di Taman Burung TMII, yang nantinya akan dikembalikan ke habitat aslinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain merawat dan melatih kakatua jambul kuning, pihak Taman Burung juga akan melakukan breeding atau mengembangbiakkan. Hal ini tentunya dilakukan untuk mencegah kepunahan.
Nah, bagi traveler yang ingin bertemu kakatua jambul kuning, bisa datang ke Taman Burung TMII. Ada beberapa jambul kuning yang dipelihara di dalam kandang besar dan bisa dilihat oleh wisatawan. Taman Burung ini bisa dikunjungi setiap hari, dari sekitar pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Mau tahu bagaimana penangkaran kakatua jambul kuning di Taman Burung, TMII. Yuk disimak videonya berikut ini: (shf/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh