"Kemarin, saya ikut kunjungan Bapak Presiden Jokowi ke Maluku Utara, Papua Barat dan Papua. Setelah berdiskusi sampai jam 2 pagi, akhirnya saya tetapkan kawasan Indonesia timur itu adalah Tourism Development Infrastructure," tutur Menpar Arief Yahya dalam pembukaan FGD Halal Tourism & Lifestyle 2015 di Merak Room, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2015).
Infrasturktur seperti jalanan dan fasilitas penunjang wisata masih jauh dari kata layak di sana. Namun tentu, hal itu bukan hanya jadi pekerjaan bagi Kementerian Pariwisata saja. Kementerian perhubungan dan PU pun harus saling bergandeng tangan demi memajukan wisata di Indonesia timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief seolah menyiratkan, tidak mau terburu-buru menggeber potensi pariwisata di Indonesia timur. Dia pun lebih memfokuskan destinasi di sekitar Batam, Jakarta dan Bali untuk kejar setoran mencapai target kunjungan turis sebanyak 20 juta di 2020 nanti.
"Saya tidak mungkin egois membangun pariwisata di sana, sementara makan saja masih susah," tutupnya.
(aff/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh