Ini Strategi Kemenpar Untuk Promosikan Pariwisata Kepri

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ini Strategi Kemenpar Untuk Promosikan Pariwisata Kepri

- detikTravel
Rabu, 13 Mei 2015 14:20 WIB
Ini Strategi Kemenpar Untuk Promosikan Pariwisata Kepri
Menpar Arief Yahya (Kurnia/detikTravel)
Jakarta - Kepulauan Riau (Kepri) punya potensi wisata yang mengagumkan. Kemenpar pun merancang strategi untuk memaksimalkan promosi pariwisatanya. Apa yang akan dilakukan?

"Kelemahan kita paling mendasar itu promosi. Kalau potensi tidak ada yang meragukan. Promosi saya buat jadi 3, branding, advertising dan selling," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam acara Pesona Kepri, Pesona Indonesia di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (13/5/2015).

Arief menjelaskan lebih dalam mengenai branding yang dilakukan melalui paid media, owned media dan social media. Untuk paid media, Kepri akan diiklankan di free to air TV atau siaran gratis seperti Channel News Asia, Discovery Channel dan Fox. Hal ini dilakukan agar makin banyak wisman yang mengenal Kepri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Free to air TV itu keuntungannya bisa grab wisman. Misalnya Fox, kita ngambil yang entertainment nanti. Kepri akan dapat sekitar 300 spot," kata Arief.

Selain beriklan di TV, media digital, media cetak dan media ruang juga akan digunakam untuk branding Kepri. Untuk media digital, salah satu strateginya adalah kampanye online. Kepri akan diiklankan di situs perjalanan Trip Advisor dan juga Google Ads.

"Kalau orang mau pergi itu ke Trip Advisor. Kenapa Malaysia muncul terus? Karena Malaysia pasang iklan di situ. Kita akan pasang di Trip Advisor dan Google juga," tuturnya.

Untuk media ruangnya, Kepri akan memasang iklan di ruang publik negara sasaran. Salah satunya adalah Singapura. Nantinya, nama Kepri akan muncul di berbagai tempat umum seperti Bandara Changi, Harbour Front dan juga MRT.

Selain paid media, ada owned media yang digunakan untuk branding Kepri. Beberapa owned media yang akan digunakan adalah situs pariwisata indonesia www.indonesia.travel dan situs pariwisata Kepri. Biaya pembuatan owned media ini akan didukung dari Kemenpar.

"Kita harus buat. Nanti biaya dari Kemenpar termasuk membuat owned media per event," ujar Arief.

Branding juga akan dilakukan melalui socia media. Pada era internet ini, banyak sekali traveler yang rajin mengakses social media. Arief pun mengatakan bahwa social media itu biayanya murah, tapi impact nya besar.

Social media seperti Twitter akan digunakan untuk promosi Kepri. Artis dengan follower jutaan pun akan didayagunakan untuk membantu promosi pariwisata provinsi ini.

"Social media lebih murah, impact 30%. Artis di Indonesia yang followernya 6 juta itu sudah ada. Untuk Indonesia, artis top sekali tweet Rp 25 juta. Jadi kalau agak mahal dikit jangan kaget," jelasnya.

Untuk menarik wisatawan lokal ke Kepri, ada juga langkah branding yang dilakukan. Rencananya, acara-acara yang diadakan di Kepri juga akan muncul di stasiun TV dalam negeri.

(rdy/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads