"Nah sebetulnya Merapi dalam kondisi normal, pendakian hanya boleh sampai Pasar Bubar (atau biasa dikenal juga dengan Pasar Bubrah). Tidak boleh sampai puncak," ujar pria yang akrab disapa dengan Mbah Rono di kantor BPPTKG DIY, Yogyakarta, Senin, (18/5/2015).
Surono menjelaskan bahwa asap dan gas berbahaya di puncak Merapi terlalu bahaya. Dia heran mengapa masih ada pendaki yang bisa mencapai puncak meski sudah ada larangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang akan memasuki masa pensiunnya pada Juli mendatang ini menjelaskan larangan ini sudah dikomunikasikan kepada pendaki sejak lama.
"Di web, di pos, dan ada guide. Tidak perlu tiap hari woro-woro," tutur Surono.
(sst/sst)











































Komentar Terbanyak
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Terpopuler: Pendaki Bawa Sapi ke Gunung Rinjani untuk Disembelih,Berujung Dikecam