Erupsi tersebut terjadi pada Senin pagi (25/5) waktu setempat. Gunung Wolf merupakan gunung tertinggi di Kepulauan Isabela, Galapagos, yang juga merupakan rumah bagi spesies iguana pink yang langka. Kepulauan Galapagos sendiri merupakan daerah tujuan wisata yang eksotis dengan kekayaan alam yang berbeda dari kepulauan lain.
Dilihat detikTravel dari situs CNN, Kamis (28/5/2015), gunung berapi tersebut mengeluarkan lava panas yang berwarna merah menyala dengan debit dan intensitas yang cukup banyak. Gunung Wolf juga memuntahkan asap dan debu hingga sejauh 9,6 KM ke angkasa.
Pihak Taman Nasional Galapagos mengatakan bahwa kasus erupsi Gunung Wolf ini baru pertama kali terjadi dalam 33 tahun terakhir. Tercatat tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tesebut, dan kejadian itu juga tidak mengancam bagi pariwisata lokal.
Namun, erupsi yang cukup besar itu justru mengancam keberlangsungan hidup hewan-hewan yang tinggal di sana. Terutama bagi Iguana berwarna pink langka yang berhabitat di gunung setinggi 1.687 mdpl itu.
Menurut IUCN, hewan iguana pink yang memiliki nama spesies Conolophus marthae ini, mendapat label Critically Endangered, alias terancam punah. Dengan kejadian erupsi Gunung Wolf ini, ancaman punah hewan itu benar-benar akan jadi kenyataan.
Menurut pihak Taman Nasional Galapagos, jenis Iguana pink ini jumlahnya hanya tinggal 400 ekor tersisa di alam. Jumlah yang sangat sedikit mengingat laju reproduksi hewan tersebut yang amat lambat.
Tak hanya iguana pink, hewan lain yang juga berhabitat di sekitar Gunung Wolf juga ikut terancam. Hewan itu antara lain iguana kuning, serta kura-kura Galapagos. Semoga hewan-hewan tersebut bisa selamat dari kejadian erupsi Gunung Wolf.
(Johanes Randy/Fitraya Ramadhanny)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru