Dilihat dari, Jumat (5/6/2015), kejadian ini berlangsung pada Selasa (2/6). Turis berusia 62 tahun itu pun menderita luka-luka dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun sore harinya, sang turis apes itu sudah boleh pulang dari rumah sakit.
Kasus ini adalah kejadian kedua dalam beberapa minggu terakhir. Kasus pertama terjadi 15 Mei silam, saat seorang traveler asal Taiwan berusia 16 tahun yang sedang pergi bersama keluarga asuhnya, diseruduk bison dan menderita cedera serius saat sedang mengambil foto hewan berbulu tebal itu.
Pihak Taman Nasional Yellowstone pun memberikan imbauan agar para turis berdiri tidak terlalu dekat dengan hewan-hewan liar yang ada di sana, termasuk bison. bison memang terkenal sebagai hewan yang tidak bisa ditebak dan gampang marah.
Bison adalah hewan dilindungi di Taman Nasional Yellowstone. Populasinya di alam tinggal 2.300 hingga 5.000 ekor. Tiap tahunnya selalu ada laporan kasus turis diserang bison di Taman Nasional Yellowstone.
Anda disarankan untuk menjaga jarak apabila bertemu dengan bison liar. Jarak aman yang disarankan oleh pihak Taman Nasional Yellowstone adalah sekitar 23 meter. Untuk kasus traveler asal Australia dan Taiwan yang diserang bison, mereka berdiri terlalu dekat dengan hewan bertanduk itu, yaitu hanya sekitar 1,5 dan 1,8 meter.
Wajar saja jika mereka menjadi sasaran empuk kebuasan sang Bison. Bison memang dikenal sebagai hewan yang sangat protektif terhadap area kekuasaannya. Apabila manusia mendekat, maka akan dianggap sebagai ancaman dan bison akan langsung menyerang.
Kejadian ini bisa jadi pelajaran untuk para traveler agar selalu berhati-hati dalam segala hal. Hewan yang terlihat tidak berbahaya bisa jadi sebaliknya. Selalu bersiap untuk kemungkinan yang terburuk.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5