Saat Naik Pesawat, Turis ASEAN Paling Benci 5 Hal Ini

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Saat Naik Pesawat, Turis ASEAN Paling Benci 5 Hal Ini

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Selasa, 09 Jun 2015 15:30 WIB
Saat Naik Pesawat, Turis ASEAN Paling Benci 5 Hal Ini
(Sastri/detikTravel)
Jakarta - Pesawat kini jadi transportasi andalan turis saat bepergian, tak terkecuali traveler asal Asia Tenggara. Namun ada 5 hal yang paling tidak disukai turis ASEAN saat naik pesawat. Apa saja?

Menjamurnya maskapai bujet menjadi salah satu alasan pesawat menjadi alat transportasi favorit turis. Selain China dan Asia Timur, turis asal Asia Tenggara pun menjamur di berbagai belahan dunia.

Survei dari situs perjalanan TripAdvisor membuktikan hal tersebut. Dengan lebih dari 2.500 responden asal ASEAN, sebanyak 95% traveler pernah naik pesawat jarak pendek sedikitnya 1 kali sepanjang tahun 2015. Tak sedikit juga traveler yang berencana terbang ke destinasi lebih jauh tahun ini.

"Dengan berkembangnya maskapai bujet, kami melihat peningkatan dalam penerbangan jarak pendek dalam beberapa tahun belakangan. Kenyamanan tempat duduk pun menjadi hal yang paling penting bagi turis Asia Tenggara," tutur Andrew Wong, Regional Director TripAdvisor Flights, dalam rilis yang diterima detikTravel, Selasa (9/6/2015).

Saat responden ditanya soal hal apa yang paling dibenci saat penerbangan, jawabannya pun beragam:

1. Delay atau penerbangan ditunda sampai waktu yang tidak pasti (73%)
2. Tempat duduk yang tidak nyaman/ ruang kaki yang terbatas (70%)
3. Aneka biaya tambahan seperti bagasi dan penempatan kursi (58%)
4. Antrean panjang termasuk di imigrasi (52%)
5. Anak-anak yang berisik/ menangis (50%)

Terkait kenyamanan tempat duduk, rupanya 38% responden rela membayar ekstra untuk tempat duduk lebih lega. Setidaknya ada 3 hal yang paling diinginkan traveler Asia Tenggara seputar kenyamanan tempat duduk:

1. Lebih empuk dan nyaman (28%)
2. Ruang kaki yang lebih lega (23%)
3. Ruang yang lebih lega di antara penumpang satu dengan yang lainnya (18%)

(sst/sst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads