Belum lama ini, traveler Amerika bernama Hayley Picchini pergi ke Bandara Los Angeles di Los Angeles, California, AS dan akan terbang naik pesawat United Airlines. Ketika menunggu, ia harus memompa ASI tapi tidak menemukan ruang menyusui.
Ketika menanyakan letak ruangan privat itu, petugas United Airlines malah terkesan memaksanya memompa ASI di ruang gudang penyimpanan alat bersih-bersih, yang berantakan dan kotor. Picchini berkicau di Twitter dan kejadian ini pun ramai diberitakan berbagai media internasional.
Fox News Amerika misalnya seperti dilihat Kamis (11/6/2015), memberitakan bahwa Picchini punya anak berusia 7 bulan yang masih menyusui. Wanita ini memang rajin memompa ASI baik di kantor ataupun saat sedang traveling untuk urusan bisnis.
Namun ketika berada di Bandara Los Angeles, dia tidak dapat menemukan ruang laktasi. Padahal ia telah mencari ruangan itu di Terminal 6 dan 7. Picchini mengatakan bahwa petugas bandara juga tak banyak membantu.
Dikutip dari Daily Mail Inggris, Picchini terpaksa mengeluarkan uang sebesar USD 50 (Rp 664 ribu) untuk masuk ke lounge United Airlines. Setelah masuk, wanita ini juga tidak menemukan ruangan privat untuk memompa ASI. Ketika bertanya ke petugas, ia malah disuruh memompa ASI di gudang.
Karena tak ada pilihan lain, Picchini masuk ke ruangan itu. Di dalamnya penuh dengan alat bersih-bersih seperti vacuum cleaner, ember dan lain sebagainya. Ruangan itu tampak berantakan dan kotor.
Perempuan Amerika ini sungguh merasa tidak nyaman. Tapi mau bagaimana lagi, ia harus mengeluarkan ASI-nya untuk menghindari rasa tak nyaman.
Sementara itu, News.com Australia mengungkapkan bahwa petugas United Airlines merasa tidak pernah memaksa seorang ibu ini untuk memompa ASI di gudang. Dia hanya menawarkan apakah Picchini mau mencobanya di gudang atau tidak.
Sebenarnya Bandara Los Angeles dilengkapi dengan ruangan menyusui. Namun baru tersedia satu ruangan yang bisa dipakai, yaitu di Terminal 5.
(sst/sst)










































