3-4 Tahun lalu, Banyuwangi kalah tenar dibandingkan Surabaya, Malang atau Batu sekalipun. Tapi kini, Banyuwangi adalah magnet pariwisata di ujung Jawa Timur. Pemkab Banyuwangi melakukan terobosan dengan kampanye pariwisata secara online.
"Sekarang manfaatnya jelas, peningkatan kunjungan wisatawan sangat signifikan, total 200 persen. Okupansi hotel naik, penerbangan penuh. Akhir Juli nanti total ada 5 penerbangan/hari ke Banyuwangi, restoran juga tumbuh," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam obrolan dengan detikTravel, Kamis (9/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kampanye diumumkan secara online, peserta juga mendaftar online. Kemudian puluhan peserta liburan bareng-bareng di Banyuwangi mulai dari mendaki Gunung Ijen sampai bermain di Pantai Pulau Merah, dari wisata kuliner Nasi Tempong sampai menjelajah Taman Nasional Alas Purwo. Semua detil kegiatan di-posting di berbagai platform social media.
"Pariwisata kan nggak cuma ditulis tapi dirasakan langsung. Jadi ketika ada testimoni dari traveler yang dibawa detikTravel itu semakin memperluas informasinya kepada masyarakat," kata Anas.
Banyuwangi tahun ini menggelar 38 event wisata untuk menarik wisatawan. Langkah ini diambil sebagai antisipasi lesunya perekonomian. Kalau banyak wisatawan datang, roda perekonomian bisa berputar lebih kencang.
"Semakin banyak kaki (orang-red), semakin banyak rezeki. Alhamdulillah geliat ekonomi bisa bertahan," jelasnya.
Meski begitu, Banyuwangi tidak melupakan sejatinya mereka adalah kawasan agraris. Pertanian dan perikanan tetap merupakan mata pencaharian utama masyarakat Banyuwangi. Justru pariwisata hadir sebagai agar masyarakat bisa mencari penghasilan tambahan.
"Pertanian dan perikanan tetap penting, pariwisata itu penunjang. Jadi yang suaminya bisa bertani, istrinya bisa berjualan untuk wisatawan," jelas Anas.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Bandara Husein Sastranegara Beroperasi Lagi, Kertajati Jadi Bengkel Pesawat
Prabowo Beri Lampu Hijau, Bandara Husein Sastranegara Mulai Bersolek
Jokowi Dapat Gelar Baginda Pemuka Bangsa dari Keraton Kagungan Lampung, Apa Maknanya?