Banyuwangi, Hasil Manis Kampanye Wisata Via Media Online

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

#detikcomEffect

Banyuwangi, Hasil Manis Kampanye Wisata Via Media Online

Fitraya Ramadhanny - detikTravel
Kamis, 09 Jul 2015 16:35 WIB
Banyuwangi, Hasil Manis Kampanye Wisata Via Media Online
Peserta Explore Indonesia di Taman Nasional Alas Purwo (Fitraya/detikTravel)
Jakarta - Di era digital, kegiatan promosi wisata pun akan lebih efektif melalui media online. Banyuwangi kini menuai hasil dari kampanye gencar lewat media online dan social media.

3-4 Tahun lalu, Banyuwangi kalah tenar dibandingkan Surabaya, Malang atau Batu sekalipun. Tapi kini, Banyuwangi adalah magnet pariwisata di ujung Jawa Timur. Pemkab Banyuwangi melakukan terobosan dengan kampanye pariwisata secara online.

"Sekarang manfaatnya jelas, peningkatan kunjungan wisatawan sangat signifikan, total 200 persen. Okupansi hotel naik, penerbangan penuh. Akhir Juli nanti total ada 5 penerbangan/hari ke Banyuwangi, restoran juga tumbuh," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam obrolan dengan detikTravel, Kamis (9/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegiatan Explore Indonesia: Banyuwangi yang digelar detikTravel tahun 2014, didukung penuh Pemkab Banyuwangi dan Garuda Indonesia. Itu merupakan terobosan promosi pariwisata lewat kegiatan yang dipromosikan maksimal secara online. Idealisme untuk mengangkat pariwisata Indonesia, bertemu dengan platform baru untuk berkampanye secara digital.

Kampanye diumumkan secara online, peserta juga mendaftar online. Kemudian puluhan peserta liburan bareng-bareng di Banyuwangi mulai dari mendaki Gunung Ijen sampai bermain di Pantai Pulau Merah, dari wisata kuliner Nasi Tempong sampai menjelajah Taman Nasional Alas Purwo. Semua detil kegiatan di-posting di berbagai platform social media.

"Pariwisata kan nggak cuma ditulis tapi dirasakan langsung. Jadi ketika ada testimoni dari traveler yang dibawa detikTravel itu semakin memperluas informasinya kepada masyarakat," kata Anas.

Banyuwangi tahun ini menggelar 38 event wisata untuk menarik wisatawan. Langkah ini diambil sebagai antisipasi lesunya perekonomian. Kalau banyak wisatawan datang, roda perekonomian bisa berputar lebih kencang.

"Semakin banyak kaki (orang-red), semakin banyak rezeki. Alhamdulillah geliat ekonomi bisa bertahan," jelasnya.

Meski begitu, Banyuwangi tidak melupakan sejatinya mereka adalah kawasan agraris. Pertanian dan perikanan tetap merupakan mata pencaharian utama masyarakat Banyuwangi. Justru pariwisata hadir sebagai agar masyarakat bisa mencari penghasilan tambahan.

"Pertanian dan perikanan tetap penting, pariwisata itu penunjang. Jadi yang suaminya bisa bertani, istrinya bisa berjualan untuk wisatawan," jelas Anas.

(fay/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads