Peringatan ini disampaikan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta. Kepala BPPTKG I Gusti Made Agung Nandaka mengatakan larangan ini disampaikan karena batuan yang ada di puncak masih mudah lepas, apalagi sekarang posisinya miring. Selain itu, tempat untuk upacara di atas juga sangat sempit.
Β
"Kita sarankan sampai ke Pasar Bubrah saja. Tempat di atas nggak ada. Batu-batuan juga mudah lepas," kata Nandaka di kantor BPPTKG Yogyakarta, Kamis (6/8/2015).
Untuk mengingatkan para pendaki tentang batas pendakian, saat ini telah dipasang spanduk di Pos Pasar Bubrah dan Selo. Diharapkan larangan yang dituliskan di kain bentang ini dapat diperhatikan demi keselamatan pendaki itu sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kejadian terakhir Mei lalu, mahasiswa Universitas Atmajaya Yogyakarta, Eri Yunanto (21) tewas terjatuh ke kawah Merapi. Dia terpeleset saat akan turun dari tebing bekas Puncak Garuda. Proses evakuasi yang dilakukan termasuk berisiko tinggi, sebab ada gas beracun.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Kisah Siswa SD Viral di Salatiga, Piknik ke Jakarta Sewa Pesawat Garuda
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
Kesaksian Turis dalam Kejadian Penembakan di Situs Bersejarah Meksiko