Suku Kamoro di Timika, Papua, terkenal pandai mengukir kayu. Menjelang ekspedisi ke Puncak Carstensz, Menpar Arief Yahya dan Menko Maritim Indroyono Susilo, berkunjung ke desa mereka dan terpesona dengan ukiran kayunya.
Ada cerita unik saat kunjungan Menpar Arief Yahya dan Menko Maritim Indroyono Susilo di Desa Iwaka, Papua. Keduanya terkesima melihat ukiran patung dan ukiran kayu Kamoro.
"Itu ular ya? Kenapa ular? Apa ada banyak ular di sini ya?" ujar Menko Maritim Indroyono antusias melihat patung-patung dan ukiran kayu dari suku Kamoro di Desa Iwaka, Timika, Selasa (11/8/2015) di sela persiapan Ekspedisi Jurnalis ke Carstensz 2015 yang juga diikuti detikTravel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiap patung menggambarkan apa yang ada di kehidupan sehari-hari Suku Kamoro. Memang banyak ular di sini, konon garis keturunan orang Kamoro juga berasal dari ular," paparnya.
Kedua menteri pun mendengarkan dengan seksama. Namun Menko Indroyono, terlihat benar-benar ingin tahu tiap ukiran kayu di sana. Seperti, ketika dia melihat ukiran patung buaya.
"Itu buaya kenapa pak? Ada buaya begitu ya di sini?" kembali dia bertanya.
Thimotius kembali menjelaskan, buaya memang sering dijumpai oleh Suku Kamoro. Suku Kamoro, memang bermukim di dekat sungai.
180 Derajat dibanding Menko Maritim Indroyono, Menpar Arief Yahya hanya diam-diam saja sambil mendengarkan penjelasan tentang patung-patung Suku Kamoro. Tapi ternyata, dia malah langsung membeli salah satu ukiran kayu yang besar.
"Saya beli yang itu, yang ada ukiran ularnya tuh. Ini hadiah buat Pak Menko," katanya.
Sontak, semua rombongan Kemenpar dan Kemenko dibuat tertawa dan bertepuk tangan. Siapa sangka, ternyata Menpar Arief Yahya diam-diam memperhatikan ukiran kayu yang rasanya paling disukai Menko Maritim Indroyono dan menghadiahkannya langsung.
(rdy/Aditya Fajar Indrawan)










































