Kementerian Pariwisata Afrika Selatan pun menjemput bola dengan menggelar South African Tourism Roadshow di Hotel JW Marriott, Jakarta. Mereka mengundang sejumlah travel agent dan berpromosi aneka destinasi Afrika Selatan.
"Kami mencari strategi untuk mengembangkan pariwisata dan melihat Indonesia adalah pasar yang potensial. Ekonominya tumbuh dan kedua negara punya hubungan politik, historis dan budaya," kata Wamenpar Afrika Selatan Thokozile Xasa, Kamis (20/8/2015) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan hubungan budaya dan politik adalah terkait dengan Nelson Mandela, bapak bangsa Afrika Selatan yang populer di Indonesia. Mandela dikenal sebagai penggemar baju batik Indonesia dan kerap memakai batik Indonesia ke berbagai pertemuan internasional.
"Untuk wisatawan Indonesia, kami ingin menghubungkan kembali jejak sejarah dengan Nelson Mandela. Kita punya destinasi budaya dan sejarah yang menyambung dengan orang Indonesia," kata Xasa.
Tahun lalu ada sekitar 5.000 traveler Indonesia pergi ke Afrika Selatan. Xasa berharap jumlah ini bisa meningkat lagi, karena sedang mengalami penurunan.
"Tahun ini turun 10 persen, kita harap bisa naik lagi. Afrika Selatan ini kan gerbang masuk ke Afrika, jadi turis bisa sekalian mengunjungi negara Afrika lainnya juga," ujar Xasa.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh