Carstensz sebagai puncak tertinggi di Indonesia diambil dari nama seorang penjelajah Belanda, John Carstensz. Tahukah Anda, ternyata Carstensz ada nama aslinya lho.
"Nama aslinya adalah Mpaigela yang artinya batu larangan dalam bahasa Suku Moni," ujar Maximus Tipagau, Ketua Yayasan Somatua sekaligus penanggung Jawab Tim Ekspedisi Jurnalis ke Puncak Carstensz 2015 kepada detikTravel sebelum memulai pendakian di Sugapa akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"John Carstensz datang ekspedisi sebagai tamu. Dia datang di daratan rendah di Timika, itu namanya Kokonau, sebuah kabupaten. Dari sana memandang gunung dan terlihat salju," terangnya.
Kembali soal ke nama asli Puncak Carstensz, Mpaigela yang artinya batu terlarang. Suku Moni ketika melihatnya merasa kalau tidak akan ada yang sanggup dan tidak akan selamat untuk mencapai ke sana. Maka itu, setiap orang dilarang menuju puncaknya.
"Kepercayaan itu sudah dari zaman dulu dan masih dipercaya hingga sekarang. Ya, dikeramatkan jugalah" katanya.
Namun Maximus menegaskan, tim jurnalis yang bakal mendaki ke Puncak Carstensz dipandu oleh tim yang profesional. Ada Hendricus Mutter, ketua tim pemandu yang sudah 8 kali bolak-balik membawa turis ke Puncak Carstensz, Ardeshir Yaftebbi yang pernah mendaki Seven Summit alias tujuh puncak tertinggi di dunia yang salah satunya adalah Puncak Carstensz dan Arif Fathurrohman selaku manager basecamp dengan keahlian navigasi yang mumpuni.
Bersama tim jurnalis termasuk detikTravel, ikut juga 1 pendaki dari Wanadri, 2 pendaki dari NTB dan 1 pendaki dari Lombok. Mereka didampingi sekitar 17 porter.
Dari basecamp Lembah Danau-danau, perjalanan ke Puncak Carstensz tinggal 6 jam lagi. Kemungkinan perjalanan ke puncak dilakukan Senin atau Selasa besok setelah cukup beristirahat. Tim juga menunggu kurir logistik yang rencananya tiba kemarin atau hari ini.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Viral Bule Hadang Mobil di Nusa Dua, Ia Berlutut Minta Tolong