detikTravel banyak menerima email dari para pembaca seputar dilema dolar yang menembus Rp 14.000 dan nasib kegiatan traveling mereka. Ternyata, banyak yang tidak putus harapan. Kegiatan traveling pun dialihkan menjadi liburan di dalam negeri sendiri.
"Semua ada hikmahnya. Dengan Dolar yang tinggi membuka peluang destinasi dalam negeri yang tidak kalah menariknya. Saatnya pemerintah memperhatikan dan membenahi destinasi wisata," kata Jony Joe.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cari yang dekat-dekat saja, misalnya Belitung, pantai-pantai di Gunungkidul dan Kepulauan Seribu. Traveling kan yang penting bisa menikmati keindahan alam, tidak perlu jauh-jauh," ujarnya.
Sedangkan Tommy Aditya mengusulkan agar pemerintah memberikan insentif khusus agar pariwisata dalam negeri lebih dilirik wisatawan nusantara. Apalagi dalam kondisi dolar seperti ini. Pihak maskapai nasional bisa digandeng untuk memberikan misalnya insentif tiket murah agar lebih banyak wisnus yang traveling di dalam negeri.
"Saya sangat mendukung pemberian insentif tiket murah kepada WNI agar dapat berlibur di dalam negeri. Selain dampak pengetahuan mengenai objek wisata juga dapat membantu industri pariwasata saat ini," kata Tommy.
Bagaimana dengan Anda dengan kondisi dollar sekarang ini? Tetap traveling ke luar negeri atau memilih menikmati negeri sendiri? Jika punya opini soal ini, silakan kirim email ke redaksi@detik.travel.
(shf/shf)










































