Pemerintah Tambah 47 Negara Lagi yang Bakal Bebas Visa ke Indonesia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pemerintah Tambah 47 Negara Lagi yang Bakal Bebas Visa ke Indonesia

Johanes Randy - detikTravel
Selasa, 01 Sep 2015 13:20 WIB
Suasana rapat di Kantor Menko Maritim (Randy/detikTravel)
Jakarta - Pemerintah terus mengejar target 20 juta wisman pada tahun 2019. Setelah bebas visa liburan untuk turis dari 45 negara, pemerintah kini menambah lagi 47 negara menjadi total 92 negara yang bakal bebas visa ke Indonesia.

Hal itu diungkap usai rapat soal bebas visa kunjungan bagi wisman di Kantor Kemenko Maritim, Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (1/9/2015). Rapat turut dihadiri oleh Menko Maritim Rizal Ramli, Menpar Arief Yahya, hingga Dirjen Imigrasi dan perwakilan dari Kemlu dan kepolisian.

"Barusan kita ngomong bebas visa, sekarang ada usulan untuk 50 negara. Akhirnya disepakati ada 45 negara plus dua negara lain, yaitu Vatikan dan San Marino, total 47 negara baru yang kita bebaskan," ujar Menko Maritim Rizal Ramli di kantornya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tambahan 47 negara tersebut menambahkan jumlah kunjungan negara bebas visa yang sebelumnya adalah 45 negara, menjadi total 92 negara. Diharapkan pemberian bebas visa untuk 97 negara tersebut dapat membantu target pemerintah untuk mengejar total jumlah wisman sebanyak 20 juta pada tahun 2019.

Adapun tidak disebutkan secara detil, negara mana saja yang masuk ke dalam tambahan 47 negara bebas visa tersebut, selain Vatikan dan San Marino.

"Evaluasi kemarin menunjukkan lumayan tahap pertama kita bebaskan visa 30 negara dan dampak pariwisatanya tumbuh 15%. Bebas visa ini cara paling cepat utnuk meningkatkan jumlah wisatawan," tambah Rizal Ramli.

Sebelumnya pemerintah telah memberlakukan tambahan bebas visa untuk 30 negara terhitung sejak Juni 2015 kemarin. Dari periode Juni hingga Agustus atau sekitar dua bulan setelah pembebasan visa, perkembangan wisman naik cukup positif hingga 15%.

"Ini adalah tambahan, yang pertama 15 negara kita tambah 30 negara jadi 45, sekarang katakanlah ditambah lagi 47 jadi 92 negara," tambah Menpar Arief Yahya.

(shf/Aditya Fajar Indrawan)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads