Penemuan monumen batu lain di dekat Stonehenge itu pun ramai diberitakan oleh media Inggris Daily Mail, SBS, hingga jurnal Ludwig Boltzmann Institute. Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Senin (7/9/2015) penggalian dan penelitian soal monumen baru itu dilakukan oleh Ludwig Blotzmann Institute bersama sejumlah universitas Inggris dan pemerintah.
Para peneliti mendapati fakta baru, kalau terdapat sekitar 90 monumen batu berusia 4.500 tahun yang ditemukan tidak jauh dari tempat berdirinya Stonehenge. Daerah sekitar Stonehenge memang dilindungi, namun sedikit yang menyangka kalau terdapat monumen batu lainnya yang masih terkubur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami kira tidak ada hal seperti ini di belahan dunia manapun. Ini benar-benar baru dan cakupannya begitu luar biasa," ujar Profesor Vince Gaffney dari Universitas Bradford seperti diberitakan SBS.
Muncul spekulasi, apakah monumen batu tersebut merupakan bagian dari komplek Stonehenge di masa lalu, atau merupakan monumen yang benar-benar baru dan terpisah. Ada kemungkinan juga kalau monumen batu Stonehenge merupakan sebuah arena atau lahan untuk ritual keagamaan.
"Lanskap Stonehenge telah dipelajari selama ratusan tahun, Tapi hasil penelitian yang belum lama ditemukan ini kembali memunculkan spekulasi kisah lama," ujar Dokter Nick Snashall dari National Trust archaeologist untuk Stonehenge seperti diberitakan Daily Mail.
(rdy/Aditya Fajar Indrawan)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama