Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) selaku mitra kerja Kemenpar mengaku sedang membidik pasar secondary city di Tiongkok untuk promosi pariwisata Indonesia. BPPI gencar berpromosi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari Negeri Tirai Bambu tersebut.
"Kita sedang gencar promosi ke Secondary City di Tiongkok. Kota-kota itu seperti Xiamen, Zhengzhou, Shenzhen, Hangzhou, dan masih banyak lagi," ujar Fathul Bahri, Direktur Eksekutif BPPI saat ditemui wartawan seusai acara jumpa pers di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenpar, Senin (21/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Fathul, pasar di Secondary City ini masih terbuka lebar dan BPPI sudah menerapkan 3 strategi di sana.
"Kita sudah lakukan 3 kegiatan di sana. Roadshow, sales mission dan niche market. Roadshow ini untuk product knowledge saja kepada mereka. Kita presentasi secara general wisata apa yang kita punya, tapi kita tidak jualan, hanya perkenalan saja," terang Fathul.
Selanjutnya, kata Fathul, untuk transaksi jual beli dilakukan pada acara sales mission. Baru di acara ini dilakukan direct selling. BPPI membawa pelaku industri pariwisata di Indonesia untuk melakukan transaksi B2B (Business to Business) dengan pelaku usaha di Tiongkok, maupun langsung ke wisatawan.
Terakhir, ada Niche market khusus untuk penjualan paket wisata yang segmented seperti wisata spa, golf dan MICE. Semua strategi itu gencar dilakukan BPPI demi meningkatkan kunjungan wisman asal negeri Panda ke Indonesia.
Dalam pemilihan kota sekunder untuk berpromosi, Fathul juga punya beberapa kriteria. Antara lain lokasinya setidaknya berada di sisi selatan Tiongkok atau di kota tersebut ada direct flight menuju Jakarta.
"Kota semacam Xiamen itu letaknya ada di sisi selatan, ada penerbangan langsung juga ke Jakarta pakai maskapai Xiamen Air, tentu kota itu jadi pilihan. Setidaknya ada penerbangan ke Jakarta, bisa direct atau connected flight dari Guangzhou," tutup Fathul.
(krn/shf)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong