Memperingati Hari Pariwisata Dunia, 27 September kemarin, hari ini Menpar Arief Yahya membuka Seminar Hari Pariwisata Dunia. Tujuannya untuk meningkatkan kunjungan turis ke Indonesia dan penekanan pada pariwisata berkelanjutan.
Seminar Hari Pariwisata Dunia mengambil tema 'Semakin Dilestarikan, Semakin Disejahterakan'. Seminar ini pun dihadiri oleh jejeran pejabat Kemenpar, dinas pariwisata, lembaga-lembaga pariwisata seperti GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief melanjutkan, hingga kini sudah tercatat sebanyak 1 miliar orang di dunia melakukan perjalanan pariwisata. Itu artinya, pariwisata merupakan lahan penting untuk mendatangkan devisa yang besar untuk suatu negara yang besar, termasuk menyejahterakan masyarakatnya.
"1 Miliar turis, 1 miliar peluang. Maka, 1 miliar bisa memberikan 1 miliar keuntungan. Tapi sebaliknya, bisa jadi 1 miliar kerugian jika salah bertindak," tegas Arif.
Oleh sebab itu, Arief menekankan pentingnya pariwisata berkelanjutan sebagai pondasi pembangunan pariwisata. Yang dimaksud adalah, pembangunan pariwisata yang juga menjaga lingkungan baik alam dan budaya di suatu destinasi.
"Pariwisata meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pariwisata menciptakan lapangan kerja dan menghapus kemiskinan di sekitar destinasi. Tapi, harus diperhatikan lingkungannya yang semakin dilestarikan maka semakin sejahtera," paparnya.
Kemudian, Arief menggarisbawahi soal pembebasan visa. Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura serta GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia) pun turut hadir untuk duduk bersama dan bertukar pikiran terkait perihal tersebut.
"Pembebasan visa adalah cara yang paling efektif untuk mendatangkan banyak turis. Seminar ini kita jadikan momentum kebangkitan pariwisata nasional," tutupnya memberikan sambutan.
(shf/Aditya Fajar Indrawan)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun