Dolar AS yang semakin perkasa berdampak pada melemahnya nilai mata uang di berbagai negara di Asia. Hal ini membuat para operator hotel di Asia khawatir dan menurunkan harga kamarnya untuk menarik perhatian traveler. Hal ini pun diberitakan berbagai media internasional.
South China Morning Post seperti dilihat detikTravel, Rabu (30/9/2015) memberitakan VP Hotels.com Asia Pacific Abhiram Chowdhry. Chowdhry mengungkap riset terbaru Hotels.com terhadap survei harga kamar hotel di Asia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun begitu, pihak hotel harus membuat strategi agar kamarnya tetap laku. Salah satu caranya adalah dengan menurunkan harga kamar, karena traveler pun akan lebih berhati-hati dalam menghabiskan uangnya untuk menginap di hotel.
Berdasarkan data dari situs Hotels.com, sebagai imbas dari melemahnya nilai mata uang, rata-rata harga kamar hotel di Asia turun 3% hingga pertengahan tahun ini. Rata-rata penurunannya adalah 16% di Seoul, Korea, yang disebabkan juga oleh penyebaran virus MERS, dan 7% di Tokyo.
Sementara itu, News.com Australia memberitakan hotel di Kamboja, Vietnam dan Thailand juga menawarkan harga kamar hotel yang ramah di kantong. Turis pun bakalan bisa lebih irit dalam budget akomodasi ketika traveling di berbagai negara tersebut daripada di AS atau Meksiko misalnya.
(krn/fay)










































