Imbas Dolar Naik, Harga Kamar Hotel di Asia Turun

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Imbas Dolar Naik, Harga Kamar Hotel di Asia Turun

Kurnia Yustiana - detikTravel
Rabu, 30 Sep 2015 15:15 WIB
Imbas Dolar Naik, Harga Kamar Hotel di Asia Turun
Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Usaha perhotelan di Asia ikut terkena imbas dari naiknya nilai tukar dolar AS. Tak sedikit hotel di Asia yang menurunkan harga kamar agar tetap banyak traveler yang tertarik menginap.

Dolar AS yang semakin perkasa berdampak pada melemahnya nilai mata uang di berbagai negara di Asia. Hal ini membuat para operator hotel di Asia khawatir dan menurunkan harga kamarnya untuk menarik perhatian traveler. Hal ini pun diberitakan berbagai media internasional.

South China Morning Post seperti dilihat detikTravel, Rabu (30/9/2015) memberitakan VP Hotels.com Asia Pacific Abhiram Chowdhry. Chowdhry mengungkap riset terbaru Hotels.com terhadap survei harga kamar hotel di Asia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yuan memang baru saja mengalami devaluasi, tapi ada juga mata uang lainnya yang lebih melemah. Contohnya, dolar Australia dan Yen Jepang. Itu akan tetap murah untuk traveler China," ujar Abhiram Chowdhry, Asia Pacific Vice President Hotels.com.

Walaupun begitu, pihak hotel harus membuat strategi agar kamarnya tetap laku. Salah satu caranya adalah dengan menurunkan harga kamar, karena traveler pun akan lebih berhati-hati dalam menghabiskan uangnya untuk menginap di hotel.

Berdasarkan data dari situs Hotels.com, sebagai imbas dari melemahnya nilai mata uang, rata-rata harga kamar hotel di Asia turun 3% hingga pertengahan tahun ini. Rata-rata penurunannya adalah 16% di Seoul, Korea, yang disebabkan juga oleh penyebaran virus MERS, dan 7% di Tokyo.

Sementara itu, News.com Australia memberitakan hotel di Kamboja, Vietnam dan Thailand juga menawarkan harga kamar hotel yang ramah di kantong. Turis pun bakalan bisa lebih irit dalam budget akomodasi ketika traveling di berbagai negara tersebut daripada di AS atau Meksiko misalnya.

(krn/fay)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads