Rizal Ramli: Bali Sudah Macet, Perlu Kembangkan Wisata Baru

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Rizal Ramli: Bali Sudah Macet, Perlu Kembangkan Wisata Baru

Muhammad Idris - detikTravel
Sabtu, 03 Okt 2015 15:00 WIB
Rizal Ramli: Bali Sudah Macet, Perlu Kembangkan Wisata Baru
Jakarta - Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, menyebut pariwisata di Pulau Bali sudah sangat padat. Wisatawan mancanegara dan domestik terus membanjiri Bali sehingga memicu kemacetan di sekitar obyek wisata favorit, seperti Kuta.

Apalagi, daya dukung lahan di Bali semakin terbatas dan minimnya fasilitas transportasi massal. Wisatawan asing masih gemar mengunjungi Pulau Dewata itu, karena Indonesia masih belum memiliki obyek wisata baru yang betul-betul dikelola secara profesional seperti Bali.

"Kita nggak bisa terus menerus ngarep ke Bali soal pariwisata. Di sana sudah overload. Bali sudah macet. Kita perlu kembangkan daerah wisata baru," kata Rizal saat merayakan hari batik nasional di Pasaraya, Blok M, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai solusi, Kemenko Maritim dan Sumber Daya akan mengkoordinasikan pengembangan 10 destinasi wisata baru. Destinasi wisata di luar Pulau bali akan dikelola dan dibangun secara profesional guna menarik lebih banyak kunjungan wisatawan asing.

"Saya ingin 10 lokasi saja. Dulu pemerintah usulin 40 lokasi baru, itu nggak mungkin, susah. Makanya 10 saja," ujarnya.

Selain itu, pemerintah akan membuka jumlah negara penerima bebas visa menjadi 47 negara. Langkah ini, kata Rizal, bisa menambah jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia dari 10 juta per tahun menjadi 20 juta per tahun.

"Jumlah wisatawan di Indonesia 10 juta orang. Target kami dalam 5 tahun jadi 20 juta orang/tahun sehingga tenaga kerja langsung di pariwisata bisa meningkat dari 3 juta jadi 7 juta," sebutnya.

(sst/sst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads